Dinkes Kukar Terbitkan Surat Edaran Antisipasi Peningkatan Kasus DBD

Penulis: Admin
Dinkes Kukar Terbitkan Surat Edaran Antisipasi Peningkatan Kasus DBD

Dinkes Kukar Terbitkan Surat Edaran Antisipasi Peningkatan Kasus DBD

Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara menerbitkan Surat Edaran Nomor : B-5867/DINKES/P2PL-P2P/443.42/12/2021 Tentang Kesiapsiagaan Mengantisipasi Peningkatan Kasus DBD (Demam Berdarah Dengue). Surat tersebut ditujukan kepada seluruh Kepala UPTD Puskesmas se-Kabupaten Kukar dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara dr. Martina Yulianti, Sp.Pd., FINASIM, M.Kes (MARS) pada tanggal 20 Desember 2021.

Surat Edaran terrsebut dibuat dengan latarbelakang datangnya musim penghujan menjelang akhir tahun 2021 hingga awal tahun 2022. Dalam musim tersebut akan akan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus sebagai vektor penyakit DBD terutama daerah endemis DBD seperti di Kabupaten Kukar. Hal tersebut dipandang potensial menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). 

Untuk itu seluruh masyarakat wilayah kabupaten Kukar diminta untuk mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD). Untuk mencegah hal tersebut maka diharapkan semua UPTD Puskesmas Kabupaten Kukar untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap penyakit yang ditularkan oleh vektor nyamuk tersebut DBD, Chikungunya,dan malaria.

Dalam Surat Edaran tersebut dijelaskan 7 langkah, tindakan serta instruksi dalam penanggulangan penyakit demam berdarah, yaitu : 

1. Menggerakkan masyarakat untuk mewujudkan peran segenap anggota keluarga sebagai juru pemantau jentik di rumah masing masing untuk memperkuat gerakan 1 rumah 1 jumantik.

2. Meningkatkan kewaspadaan dini adanya kasus penyakit DBD dengan memetakan daerah daerah kumuh yang endemis dan berpotensi menimbulkan penyakit DBD.

3. Meningkatkan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tentang penyakit DBD dan menggerakkan masyarakat untuk aktif melaksanakan PSN melalui gerakan 3 M plus secara rutin seminggu sekali melalui pertemuan koordinasi tingkat kecamatan, kelurahan, RW/RT dan Dasawisma. 

4. Meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak di tingkat kecamatan dalam rangka pemantauan gerakan PSN, pemantauan jentik berkala dengan pengamatan tempat perindukan myamuk di luar rumah sekaligus melakukan larvasida di masyarakat untuk pencegahan dan penanggulangan DBD.

5. Menghimbau sekolah, perkantoran, tempat umum, tempat ibadah, tempat usaha, dan pemilik lahan kosong untuk melakukan pemantauan jentik dan PSN seminggu sekali dengan cara 3M Plus.

6. Meningkatkan kapasitas sumberdaya untuk pencegahan dan pengendalian DBD, meliputi peningkatan kapasitas SDM, biaya serta bahan dan peralatan untuk melakukan deteksi dini dan pengobatan segera.

7. Apabila ditemukan kasus DBD segera lakukan penyelidikan Epidemiologi. Laporkan ke Dinas Kesehatan dalam waktu 1x24 jam, dan segera ambil langkah-langkah sesuai prosedur dalam penanggulangan untuk mengantisipasi penyebaran yang lebih luas (KLB).

Berita Lainnya