BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PUBLIK

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Berita

216 Peserta Dari Berbagai Komunitas Ikuti Lomba Begasing

date_range 12 September 2019 | Oleh : Medsi02
216 Peserta Dari Berbagai Komunitas Ikuti Lomba Begasing

FOTO Permainan olahraga tradisional begasing dalam ranga memeriahkan Festival Erau Adat Kutai. (Foto: Irwan)

TENGGARONG -Sebanyak 216 orang peserta dari berbagai komunitas pecinta olahraga tradisional Begasing turut meramaikan lomba Begasing. Kegiatan tersebut diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam rangka memeriahkan Festival Erau Adat Kutai tahun 2019.

“Sebanyak 216 peserta dari berbagai komunitas pecinta Gasing, tidak hanya di 18 kecamatan Kukar, melainkan juga turut diikuti dari luar kabupaten Kukar yakni Kutai Timur (Kutim) dan Kota Bontang,” kata Tabli selaku Koordinator Begasing saat mengawasi jalannya lomba Begasing di halaman Parkir Pulau Kumala, Tenggarong, Rabu (11/9/2019).

Tabli, mengatakan bahwa permainan Begasing ada beberapa macam yakni sistem Berajaan dengan waktu putar sekitar 10 menit. Dalam Berajaan tersebut, siapa yang bertahan berputar sampai waktu yang ditentukan, maka dialah yang menjadi pemenang atau raja-nya. “Ya, sistem permainan berajaan begasing ini, hanya diberi waktu 10 menit berputar, siapa yang mencapai waktu yang ditentukan maka dialah yang menjadi raja,” katanya.

Kemudian ada juga begasing yang dilombakan secara berpasangan atau satu lawan satu. Kedua pemain tersebut harus berusaha agar gasingnya tetap berputar selama mungkin dan berada di area permainan. Para pemain lainnya secara bergantian akan berusaha menarik tali ikatan gasing yang diarahkan ke gasing milik lawan lainnya, hingga menjatuhkan gasing lawan. “Gasing lawan yang terlempar keluar dari area permainan atau lebih dulu berhenti berputar dinyatakan kalah, sehingga poinnya akan diberikan pada pemain yang berhasil mengeluarkan gasing lawan atau gasingnya mampu berputar lebih lama,” ujarnya.

Diketahui, Gasing tersebut dibuat dari kayu berbagai macam kayu salah satunya yang sering digunakan yakni kayu Banggeris. Proses pembuatannya cukup singkat hanya berlangsung 10 menit jika menggunakan mesin bubut. Namun kalau dibuat melalui proses manual memakan waktu hingga satu hari. Pemilihan bahan baku dari kayu Banggeris, memiliki karekteristik lebih kuat dibandingkan dengan kayu ulin.

Gasing juga merupakan sebongkah kayu berbentuk lonjong (simetris radial) dengan diameter sekitar 10-15 centimeter. Tinggi sebuah gasing adalah sekitar 15-20 Centimeter (Cm) dengan salah satu ujung dibuat lancip dan memiliki permukaan yang licin. Pada ujungnya, dipasang bahan logam sebagai poros putaran, biasanya menggunakan paku dan baut lainnya. Sementara pada tari penariknya digunakan tali berdiameter sekitar 0,5 cm dengan panjang 1-1,5 meter. Tali itu dililitkan ke gasing dengan bagian ujung tali dikaitkan ke jari sang pemain. Gasing yang sudah siap dengan ikatan tali tersebut kemudian dilemparkan ke bawah dengan menarik keras tali yang melilitnya sehingga membuat gasing berputar kencang. (Medsi02**)

Terkait

BERITA Lainnya