BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PUBLIK

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Berita

Asiknya Belogo Meriahkan Erau Adat Kutai

date_range 12 September 2019 | Oleh : Medsi02
Asiknya Belogo Meriahkan Erau Adat Kutai

FOTO Permainan olahraga Tradisional Belogo, nampak masing-masing regu berusaha menjatuhkan sasaran logo. (Medsi02**)

TENGGARONG -Belogo merupakan salah satu olahraga tradisional yang sampai saat ini masih dilestarikan oleh masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar). Olahraga tersebut juga turut dilombakan dalam rangka meramaikan Festival Erau Adat Kutai yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Rabu (9/9/2019).

Permainan Belogo sendiri terbilang sangat bergengsi dan menjadi rebutan prestasi bagi kontingen-kontingen dari 18 kecamatan di Kukar. “Jumlah peserta lomba Belogo 38 orang yang terdiri dari 18 kecamatan Kukar termasuk peserta dari luar Kukar yakni Bontang dan Kutai Timur,” kata Suhanda selaku Panitia Belogo saat mengkoordinir jalannya lomba Belogo di Halaman Parkir Pulau Kumala, Tenggarog.

Dijelaskan Suhanda, sistem permainan Belogo sendiri dengan cara dicungkil menggunakan sebuah tongkat yang disebut campak. Campak tersebut terbuat dari batok kelapa yang sebelumnya sudah diamplas pada kedua sisinya. “Masing-masing peserta harus mengenai titik awal deretan kepingan logo yang sudah diletakkan secara horizontal. Sebanyak 3 keping logo menjadi titik target peserta. Masing-masing keping yang mengenai sasaran mendapat 1 poin,” ujarnya.

Belogo dimainkan secara beregu, setiap regu terdiri dari tiga orang. Ketiga orang tersebut secara bergantian harus menjatuhkan titik target yakni kepingan logo yang sudah diletakkan berderetan. Jarak targetnya sendiri sepanjang 8 meter dengan lebar lintasan 3 Meter. Dalam satu grup, setiap orang bertugas untuk menjatuhkan target yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Setiap orang memiliki dua kali kesempatan melakukan pencungkilan logo yang digunakan masing-masing peserta.

“Tugas dari masing-masing regu itu harus menjatuhkan sasaran target dengan pukulan cungkil pertama, kedua dan ketiga. Begitupun dengan tim lainnya sama-sama memiliki tugas menjatuhkan sasaran target. Siapa yang mendapat skor terbanyak dengan menjatuhkan lawannya pada cungkilan pertama disebut ‘agung’ dan mendapat bonus tambahan nilai atau skor,” ujarnya. “Ya, permainan Belogo ini juga terbilang sangat unik dan sampai saat ini masih dilestarikan masyarakat Kutai sebagai kekhasan budaya daerah,” jelasnya. (Medsi02**)

Terkait

BERITA Lainnya