BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PUBLIK

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Berita

Bupati Harap Erau Berdampak Terhadap Ekonomi Rakyat

date_range 11 September 2019 | Oleh : Medsi02
Bupati Harap Erau Berdampak Terhadap Ekonomi Rakyat

FOTO Bupati Kukar Edi Damansyah, pihak kesultanan Kutai saat menghadiri prosesi Erau Adat di Keraton, Musium Mulawarman. (Foto: Irwan)

TENGGARONG -Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah berharap Festival Budaya Adat Erau yang dirangkai dengan berbagai pagelaran seni budaya akan berdampak terhadap ekonomi kerakyatan. “Saya berharap festival adat Erau sebagai perhelatan budaya terbesar di Kutai Kartanegara maupun Kalimantan Timur ini, semakin melestarikan adat istiadat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan berdampak luas terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Edi Damansyah usai menyalakan brong bertanda pesta adat Erau resmi dimulai di Keraton, Musium Mulawarman, Tenggarong, Minggu (8/9/2019).

Menurut Edi Pemerintah Daerah mendukung pelaksanaan Erau, yakni melalui Peraturan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2016 tentang pelestarian adat istiadat Kesultanan Kutai kartanegara Ing Martadipura.“Kemudian, pemerintah daerah mendorong pemajuan kebudayaan dan identitas daerah kabupaten Kutai Kartanegara yang jua sebagai amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2018, Tentang Pemajuan Kebudayaan dan Identitas Daerah,” katanya.

Dijelaskan Edi, dari sisi lain juga tentunya perhelatan budaya tersebut memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat Kutai Kartanegara, baik dalam kegiatan engenalan dan pembelajaran budaya Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan aktualisasi seni budaya daerah. “Seiring dengan pengenalan budaya ini, tentu berdampak terhadap perputaran ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat dari banyaknya pengunjung yang datang yang memerlukan berbagai jasa pelayanan dari berbagai pelaku usaha terutama dari segi kunjungan wisata, mengenali, menikmati perhelatan upacara adat erau,” katanya.

Diketahui, sebelum acara seremoni Erau dibuka terlebih dahulu dilakukan upacara prosesi adat ditandai dengan pendirian Ayu oleh kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang disaksikan oleh Sultan Kutai Adji Muhammad Arifin, di Keraton Musium Mulawarman, Tenggarong. Prosesi tersebut dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor, Bupati Kukar Edi Damansyah, Forum Koordinasi Perangkat Daerah (Forkopimda), Kepala Organisasi Perangkat daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya. Diketahui Ayu merupakan tombak pusaka Kesultanan Kutai yang juga biasa disebut dengan Sangkohpiatu, dimana pada batangnya diikatkan Tali Juwita dan Tali Cinde yang melambangkan kerahayuan. (Medsi02**)

Terkait

BERITA Lainnya