BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PUBLIK

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Berita

SKB Kota Bangun Raih Penghargaan HAI ke-54 dari Kemendikbud RI

date_range 11 September 2019 | Oleh : Medsi02
SKB Kota Bangun Raih Penghargaan HAI ke-54 dari Kemendikbud RI

FOTO Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan Kemendikbud RI Abdul Kahar, menyerahkan piagam penghargaan diterima Kepala SKB Kota Bangun Endang Supriatna. (Foto: Ist)

TENGGARONG -Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat apresiasi dan penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI yang berhasil meraih juara harapan II dalam ajang Hari Aksara Internasional (HAI) Tingkat Nasional ke-54, pada puncak HAI tanggal 7 September 2019, di Lapangan Karebosi, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

“Alhamdulillah, SKB Kota Bangun mendapat juara harapan II kategori Apresiasi Kelembagaan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dalam rangka HAN Tingkat Nasional ke-54 Tahun 2019 di Makassar,” kata Kepala SKB Kota Bangun Endang Supriyatna, Selasa (10/9/2019).

Menurut Endang, keikutsertaannya dalam ajang tersebut merupakan langkah nyata, turut berpartisipasi dalam mensosialisasikan kebiakan dan program percepatan penuntasan buta aksara di Indonesia. “SKB Kota Bangun juga turut menampilkan berbagai produk unggulan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) menarik minat para pengunjung ke stand pameran SKB Kota Bangun,” ujarnya.

Selain mengikuti pameran lanjut Endang, banyak didapat dalam pagelaran HAI Tingkat Nasional ke-54 diantaranya melalui temu evaluasi pelaksanaan program pendidikan keaksaraan dan kesetaraan, workshop keaksaraan komunitas, bimbingan teknis pendidikan berkelanjutan, hingga workshop percepatan satuan pendidikan non formal terakreditasi dan lainnya.

“Ya, usai pagelaran itu, Kemendikbud RI memberikan penghargaan dan apresiasi Kabupaten/Kota dalam ajang HAI Tingkat Nasional ke-54, salah satunya diberikan kepada SKB Kota Bangun meraih juara II kategori Apresiasi Kelembagaan Sanggar Kegiatan Belajar,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan Kemendikbud RI Abdul Kahar yang dimuat pada news okezone.com (7/9) menyebutkan bahwa berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional Badan Pusat Statistik (BPS), angka buta aksara di Indonesia turun drastis dalam beberapa tahun terakhir.

Contohnya pada 2017 jumlah penduduk buta aksara di Nusantara mencapai 3,4 juta jiwa. Kemudian pada 2018 turun menjadi 3,29 juta orang atau 1,93% dari total populasi penduduk, turun lagi menjadi 1,9 juta jiwa. "Ini luar biasa,” kata Abdul Kahar.

Abdul Kahar menambahkan, Kemendikbud mempunyai berbagi program untuk mengentaskan buta aksara. Program tersebut tidak hanya sebatas mengajarkan baca tulis, namun juga dilaksanakan program lanjutan seperti Program Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) dan Program Pendidikan Multikeaksaraan.

Program Multikeaksaraan berorientasi pada pemeliharaan keberaksaraan dengan fokus pada 6 literasi dasar, yaitu literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan.
"Jadi bukan hanya sebatas baca tulis itu, tapi kita juga berikan yang namanya literasi IT, literasi finasial, literasi science , literasi budaya dan kewarganegaraan. Itu kita coba berikan sehingga tujuan melek dasar bukan hanya semata-mata baca tulis itu saja," jelas Abdul Kahar.

Sedangkan Program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) berorientasi pada pemberdayaan peserta didik ke sektor usaha mandiri sambil memberi materi pelajaran seputar usaha atau kegiatan mereka. "Contoh mereka bekerja sebagai nelayan atau yang di perkebunan, tentu materi-materi pembelajaran kita kaitkan dengan itu. Supaya bisa menjadi bagian dari mata pencaharian sehari-hari mereka," pungkas Abdul Kahar. (Medsi02**)

Terkait

BERITA Lainnya