BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PUBLIK

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Berita

Rangkaian Erau Mulai, Kesultanan Gelar Ritual Merangin

date_range 05 September 2019 | Oleh : Medsi09
Rangkaian Erau Mulai, Kesultanan Gelar Ritual Merangin

FOTO Merangin; ritual merangin dilaksanakan Mengawali rangkaian upacara adat Erau (prokom)

TENGGARONG - Gaung pesta adat dan seni budaya Erau mulai nampak di Tenggarong Kutai Kartanegara. Sejak Rabu (4/9) malam, pihak Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura melaksanakan ritual Merangin, di halaman Keraton atau Museum Mulawarman Tenggarong.

Ritual itu mulai pukul 20.00 WITA dipusatkan di sebuah bangunan kayu yang terletak di halaman samping Keraton, dengan melibatkan 7 orang Belian laki-laki dan 8 orang Dewa Bini (perempuan). Koordinator Belian, Sartin mengatakan Merangin adalah ritual pendahuluan yang wajib dilaksanakan menjelang Erau, tujunnya adalah memberitahu alam sebelah bahwa akan dilaksanakan kemeriahan Erau.

"Apabila sore hari dilaksnakan ritual Menjamu Benua, berarti malamnya harus dilaksanakan Merangin, ini ibarat gerbang bahwa akan di gelar Erau sekaligus memberi tahu segala makhluk yang ada di wilayah Kesultanan Kutai," ujarnya saat ditemui usai ritual Merangin.

Upacara adat Merangin ini diawali dengan pembacaan Memang (mantera) oleh salah satu dari tujuh Belian Laki yang mengelilingi Romba atau Binyawwan yang diletakkan di tengah bangunan. Sementara pimpinan Dewa ikut dalam lingkaran tersebut membakar kemenyan tampak sesekali menghamburkan beras kuning.

Romba yang terbuat dari bambu itu dibalut janur kuning yang disusun dari bawah hingga ke atas. Di bagian atas Romba terdapat replika burung enggang yang terbuat dari kayu. Sementara di bagian bawahnya terdapat replika kura-kura yang juga dibuat dari kayu. Bunyi tetabuhan gendang dan gong yang terus mengalun menambah suasana magis semakin terasa dalam upacara adat itu. Apalagi ketika 7 orang Belian mulai berputar mengelilingi sebuah Romba yang diletakkan di tengah bangunan.

Ketika para Belian terus berlari keliling sambil memegangi batang Romba, Romba itu pun ikut berputar pada sumbunya. Para Belian sesekali menaiki Romba yang berputar itu, makin lama makin cepat. Sementara itu, para Dewa yang terdiri dari 8 orang wanita sesekali melempar beras kuning ke arah para Belian terus berputar mengelilingi Romba dengan cepat.

Upacara adat Merangin Malam ini diakhiri dengan tarian Dewa Bini yang juga ikut mengelilingi Romba. Namun berbeda dengan para Belian, tarian Dewa ini dibawakan secara lemah gemulai. Tahun ini, Erau akan dilaksanakan hingga 16 September 2019 yang dipusatkan di Keraton atau Museum Mulawarman, Tenggarong. (medsi09)

Terkait

BERITA Lainnya