BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PUBLIK

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Berita

Festival Kampong Seraong Mampu Menarik Perhatian

date_range 02 Juli 2019 | Oleh : medsi09
Festival Kampong Seraong Mampu Menarik Perhatian

FOTO Kegiatan zumba seraong, serta workshop pembuatan Seraong dari daun Selingsing yang antusias diikuti peserta (by FKS2).

TENGGARONG -Festival Kampong Seraong (FKS) ke-2 Desa Jembayan Tengah Kecamatan Loa Kulu yang telah berakhir Sabtu (29/6) tadi mampu menarik perhatian pengunjung. Kepala Desa Jembayan Tengah Rahimin bersama Ketua panitia pelaksana acara tersebut M Ali Sadikin mengatakan antusiasme peserta dan penonton luar biasa saat mengikuti berbagai macam kegiatan atau event FKS, mulai dari pawai budaya, jambore sepeda jelajah Kampong Seraong, permainan tradisional, Pentas seni, beseprah, donor darah, Zumba Seraong Masal, dan ditutup Dengan Lomba Kicau burung.

"Sehingga terjadi keramaian setiap harinya dari pagi hingga malam sejak dibuka 22 Juli, bahkan di malam penutupan pengunjung mencapai ribuan yang hadir di Kampong Seraong desa Jembayan Tengah," ujar Ali, Senin (1/7). Menurutnya, pengunjung yang hadir bukan hanya dari masyarakat desa Jembayan Tengah saja, tapi juga dari desa-desa tetangga se kecamatan Loa Kulu, Tenggarong, Samarinda, Balikpapan, dan lainnya.

Dikatakannya, dampak FKS terhadap ekonomi kreatif setempat cukup bagus, pasalnya ada beberapa kegiatan FKS yang dikaitkan dengan Seraong, yaitu Zumba Seraong masal, pawai budaya, dan melukis Seraong, sehingga menuntut para pengrajin untuk memproduksi seraong dengan jumlah lebih besar dari pada hari-hari biasa. "Pengrajin Seraong meningkat produksinya, perputaran ekonomi di bazar FKS yang pelakunya adalah masyarakat desa Jembayan Tengah sendiri menggeliat, saya kira selama FKS berlangsung perputan uang mencapai 20 juta rupiah per harinya," ujarnya.

UNtuk diketahui, FKS II yang digelar hingga 29 Juni 2019 itu dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seni dan budaya, serta kegiatan lainnya diantaranya bersepeda, lomba kicau burung, pentas seni, permainan tradisional, pasar rakyat, itsbat nikah, lomba lukis, beseprah (makan bersama), zumba, lampion, penanaman pohon, hingga tabligh akbar.

Kepala Desa Jembayan Tengah Rahimin mengatakan FKS merupakan perwujudan dari puncak pemberdayaan keberlanjutan masyarakat Jembayan Tengah dalam berbagai bidang, untuk terus membuka wawasan dan peluang serta meningkatkan sumberdaya manusia Jembayan Tengah. "FKS II ini bertepatan dengan hari jadi Desa Jembayan Tengah, jadi kegiatan ini juga untuk memeriahkan ulang tahun desa kami. Terimkasih kepada semua pihak baik Pemerintah Kecamatan, Perusahaan dan warga hingga terlaksananya acara ini," ujarnya.

Rahimin mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menggali dan mengenalkan berbagai potensi Desa Jembayan Tengah, baik alam maupun seni budaya. Selaian itu, juga untuk menggelorakan semangat gotong royong masyarakat setempat, serta memupuk persatuan dan kekompakan warga Desa Jembayan Tengah. Desa Jembayan Tengah digambarkan seperi seraong yaitu melindungi dari panas atau hujan, filosofinya adalah menjaga persatuan dari berbagai suku yang ada di Jembayan Tengah. Terkait Kampong Seraong, Ali mengatakan di Jembayan Tengah memang terkenal dengan terdapat satu dusun yang warganya merupakan pengrajin atau pembuat Seraong (caping, pelindung kepala). Bahan pembuatan seraong tersebut dari daun tanaman selingsing. "Maka dinamai Dusun Selingsing, merupakan kampong tertua di Jembayan Tengah, sehingga kami mengangkatnya dalam festival untuk memperkenalkan Kampong Seraong tersebut," ujarnya. (medsi09)

Terkait

BERITA Lainnya