BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PUBLIK

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Berita

Pastikan Warga Aman, Bupati Kukar Rela Basah-Basah

date_range 11 Juni 2019 | Oleh : Medi 02
Pastikan Warga Aman, Bupati Kukar Rela Basah-Basah

FOTO Bupaati saat meninjau Banjir di Perumahan Tambak Rel

TENGGARONG -Bencana banjir yang melanda di sebagian wilayah Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), membuat Bupati Kukar Edi Damansyah rela masuk genangan air guna memastikan korban banjir dan warganya aman. Hal ini dilakukannya saat meninjau langsung lokasi banjir di Perumahan Jalan Tambak Rel, Tenggarong, Minggu (09/06/2019).

Banjir tersebut terjadi setelah hujan lebat mengguyur Kota Tenggarong sejak malam hingga pagi hari (9/6), membuat beberapa titik pemukiman terendam air, bahkan terdapat longsor dan pohon tumbang di beberapa tempat. Dengan memakai baju berwarna biru tua di bagian dada bertuliskan Balakarcana, sedangkan di bagian belakangnya terdapat tulisan  “Betulungan Etam Bisa”, dan memakai celana panjang hitam serta topi Edi Damansyah tidak segan berjalan di tengah genangan air setinggi dada orang dewasa.

Pada kesempatan itu Edi Damansyah juga didampingi Sekretaris Daerah Kukar H Sunggono, Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Daerah  Marsidik, Kepala Satpol PP Fida Hurasani dan sejumlah relawan. Bupati mengintruksikan kepada Marsidik untuk segera menyediakan tenda dan dapur umum sebagai langkah awal penanganan membantu korban yang terkena bencana, serta memberikan bantuan logistik berupa beras, mie instan, minyak, gula dan kebutuhan pokok lainnya lainnya.

Edi juga mengintruksikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera mengambil langkah cepat menanggulangi bencana banjir. “Kita harus segera mencarikan solusinya, bagaimana air ini bisa secepatnya dialirkan hingga ke sungai besar, tentunya langkah-langkah yang perlu dilakukan yakni melakukan pemetaan lokasi diberbagai titik yang menjadi objek permasalahan kemudian buat rencana kegiatan agar permasalahan tersebut bisa di tanggulangi,” katanya.

Menurutnya, langkah-langkah yang perlu dilakukan selain pemetaan lokasi terhadap objek masalah, yakni melakukan pengerukan terhadap parit-parit yang digenangi lumpur tebal, serta pembuatan gorong-gorong yang mengalirkan air ke sungai besar, tentunya diperlukan anggaran untuk proses kegiatan tersebut. “Survei lokasi yang akan di jadikan proyek, buat anggarannya lalu laksanakan kegiatan tersebut sesuai ketentuan berlaku, kalau belum ada anggarannya, di anggarkan tahun depan,” kata Edi.

Berdasarkan pemantauan Edi Damansyah, adanya titik lokasi aliran sungai yang tertutup pemukiman, bahkan ada parit kecil yang harus menampung debit air yang besar sehingga rawan banjir dan perlu dilakukan penanganan secara serius, yaitu normalisasi gorong-gorong maupun pelebaran aliran air ke sungai besar. “Apa pun yang di programkan pemerintah daerah, kalau tidak ada partisipasi aktif masyarakat maka tidak bisa cepat pelaksanaannya,” kata Edi.(Medi 02)*

Terkait