BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PUBLIK

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Berita

Bupati Pembina Upacara Peringatan Harkitnas ke 111 di Kukar

date_range 21 Mei 2019 | Oleh : Medsi02
Bupati Pembina Upacara Peringatan Harkitnas ke 111 di Kukar

FOTO Suasana Upacara Peringatan Harkitnas ke 111 di halaman Kantor Bupati Kukar, Senin (20/5/2019) (prokom)

TENGGARONG –Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menjadi pembina upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Ke-111 di halaman Kantor Bupati Kukar, Senin (20/5/2019). Adapun tema Harkitnas tahun ini yaitu Bangkit Untuk Bersatu. Bangkit untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia. Menteri Komunikasi Dan Informatika RI Rudiantara dalam sambutan tertulis yang dibacakan Edi Damansyah mengatakan wilayah nusantara yang disatukan oleh Gadjah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional, untuk mengikat wilayah Indonesia secara de jure terwujud dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini. 


Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, 20 Mei 2019, kali ini menurutnya sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa, yaitu Patih Gadjah Mada bersumpah tak akan menghentikan mati raga atau puasanya sebelum mempersatukan Nusantara. Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Apalagi pada tahun ini (2019), menurutnya bangsa Indonesia berada dalam situasi pasca pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat, mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti diniatkan untuk kebaikan bangsa. Sehingga pada akhirnya, saat ini tahap-tahapan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar. Kelancaran ini juga berkat pengorbanan anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara, bahkan berupa pengorbanan nyawa.

Lebihlanjut dikatakannya telah lebih satu abad negara ini menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, ditingkah bentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, membuktikan bahwa mampu menjaga persatuan sampai detik ini. Oleh sebab itu, ia yakin bangsa Indonesia akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia.

Masih dalam sambutan tertulisnya Rudiantara mengatakan peringatan Harkitnas kali ini juga dilangsungkan dalam suasana bulan Ramadan, dimana pada bulan suci ini menuntun manusia untuk mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah SWT seperti permusuhan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah. Hingga pada akhirnya, pada ujung bulan Ramadan nanti, ummat muslim Indonesia  bisa seperti Mahapatih Gadjah Mada, mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih berkat hubungan yang kembali fitri dengan saudara-saudara sebangsa dan setanah air. (medsi02)

Terkait