BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PUBLIK

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Berita

Distanak Kukar Luncurkan Inovasi Si Manis Panggilan Sayang

date_range 21 Mei 2019 | Oleh : Medsi07
Distanak Kukar Luncurkan Inovasi Si Manis Panggilan Sayang

FOTO Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sutikno saat mempresentasikan inovasinya dalam ajang generasi III.

TENGGARONG -Masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan hewan kesayangannya, menjadi perhatian serius Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) dengan meluncurkan inovasi baru yakni Sistem Layanan Klinik Hewan dan Layanan Panggilan Medis Hewan Kesayangan (Si Manis Panggilan Sayang). Inovasi tersebut sampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar Sutikno, dalam Ajang Gelar Manajemen Perubahan Generasi III, disaksikan Bupati Kukar Edi Damansyah, Sekda Sunggono, Kepala Organisasi Perangkat daerah (OPD), serta Tim Reformasi Birokrasi (RB), di Ruang Serbaguna Bappeda, Tenggarong, belum lama ini.

“Munculnya inovasi ini dikarenakan masih rendahnya kesadaran masyarakat memeriksakan hewan peliharaannya, sehingga Distanak berinisiatif memberikan kemudahan melalui layanan klinik hewan,” katanya.
Menurut Sutikno, inovasi tersebut juga merupakan sebuah layanan medis hewan yang cepat tanggap, bermartabat, profesional, handal dan bersahabat dengan memberikan pelayanan medis terhadap hewan dengan tenaga yang profesional. “Ya, berdasarkan analisa masalah sering didapat dalam pemeliharaan hewan dapat menimbulkan penyakit yang ditularkan kepada manusia (zoonosis) seperti Toxoplasma, Rabies, Hepatitis, Scabies dan sebagainya. Kemudian adanya hewan liar yang dapat menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat,” ujarnya.

Adapun pendekatan strategis, lanjut Sutikno menjamin kesehatan hewan masyarakat, memberikan layanan cepat tanggap, serta pengaduan kasus dan lainnya. “Ada 2 (dua) cara metode kerjanya yakni pelayanan aktif, pada metode ini pemilik hewan/client menghubungi klinik hewan (Dokter Hewan) untuk melakukan pelayanan, pemeriksaan umum dan klinis serta pengobatan dan terapi di rumah pemilik hewan atau lokasi hewan kesayangan. Kemudian metode pelayanan pasif, pada metode ini pemilik hewan (client) yang memiliki hewan kesayangan datang ke Klinik Hewan untuk konsultasi atau pun memeriksakan kesehatan hewan kesayangannya, lalu dilakukan pemeriksaan umum dan pemeriksaan klinis, dilanjutkan terapi/rawat jalan (resep),” katanya.

Ditambahkannya, dalam mendukung layanan inovasi Si Manis Panggilan Sayang, Distanak sudah memiliki tiga orang dokter hewan, lima orang Paramedik, 1 unit ruang klinik, empat unit kendaraan roda 4 dan 1 unit sepeda motor. “Kehadiran inovasi ini juga sebagai upaya kita meningkatkan kesadaran masyarakat, memeriksakan kesehatan hewan kesayangannya, termasuk memberikan edukasi pentingnya vaksinasi rabies, sehingga hewan kesayangan menjadi lebih meningkat. Termasuk memberikan rasa aman bagi masyarakat tentang adanya hewan liar yang tidak bertuan,” katanya. Ia berharap keberlanjutan inovasi tersebut akan dimanfaatkan oleh masyarakat luas penyayang hewan, selalu memeriksakan kesehatan hewannya sesuai standar pelayanan klinik hewan. “Kedepan perlu adanya regulasi daerah terkait pengelolaan klinik hewan kesayangan sebagai penunjang pendapatan asli daerah (PAD),” katanya. (Medsi07)

Terkait

BERITA Lainnya