BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PUBLIK

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Berita

Update Data Dibutuhkan Dalam Pengentasan Kemiskinan

date_range 16 April 2019 | Oleh : Medsi 03
Update Data Dibutuhkan Dalam Pengentasan Kemiskinan

FOTO Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah saat melakukan Koordinasi usai melakukan peresmian Ipal Samboja.

TENGGARONG -Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah meresmikan Program Pengembangan Kinerja pengelolaan Air mineral dan air limbah atau Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) Komunal, dan membuka pelatihan Kelompok swadaya masyarakat (KSM) Karya 06 Dak sanitasi 2018 RT 06 Kelurahan Kuala Samboja, Kecamatan samboja, pekan tadi.

Edi mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada kelompok swadaya masyarakat yang telah melakukan pembangunan Ipal Komunal. Menurutnya saat ini Samboja menjadi kecamatan paling tertinggi angka masyarakat pra sejahteranya. Karakteristik ini bukan berkaitan dengan pendapatan perkapita, tetapi yang mempengaruhinya berkaitan dengan sanitasi dan ini menjadi fokus kabupaten dan masuk dalam buku rumah besar pengentasan kemiskinan.

Menurutnya, kondisi Samboja bila dilihat dari letak geografisnya sangat strategis. Samboja juga memiliki banyak sumber daya alam baik dari sektor Maritim, Batu bara, Kelapa sawit, minyak dan gas, tetapi masyarakat pra sejahteranya masih tinggi. Hal tersebut merupakan hasil dari evaluasi indikator kemiskinan, dimana kesehatan lingkungan dan sanitasi merupakan hal yang selama ini kurang mendapat perhatian.

Untuk itu, Edi meminta pihak terkait untuk memperhatikan masalah tersebut, dan mendata secara valid dan terbaru jumlah warga pra sejahtera di Samboja. "Tolong di up date data warga miskin, di sinkronisasikan baik dari tingkat RT hingga kabupaten sehingga kita dapat menurunkan angka keluarga pra sejahtera di Samboja khususnya, dan kukar pada umumnya,” imbau Edi.

Dengan ter-up date-nya data maka dapat merencanakan dan mengetahui berapa kebutuhan Ipal yang di perlukan masyarakat. “Fokus dulu dengan pendataan sehingga nantinya permasalahan limbah ini bisa tertangani dengan baik,” pintanya. Edi juga menginginkan setiap kerja ada konsepnya, ada rencana yang utuh untuk itu di perlukan data yang benar. Dengan data yang benar bukan hanya Ipal saja tapi nantinya Edi berharap dapat di giring kearah Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Untuk mewujudkanya tak lepas dari peran serta masyarakat. (yuliati- Medsi 03)*

Terkait

BERITA Lainnya