BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PUBLIK

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Berita

Capaian Ekonomi Kerakyatan Berbasis Industri Kreatif Lebihi Target RPJMD

date_range 12 April 2019 | Oleh : Medsi07
Capaian Ekonomi Kerakyatan Berbasis Industri Kreatif Lebihi Target RPJMD

FOTO Bupati Kukar Edi Damansyah saat meninjau pameran UMKM di Loa Kulu belum lama ini. (Foto: Prokom)

TENGGARONG -Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah mengapresiasi atas capaian target ekonomi kerakyatan berbasis industri kreatif dan potensi daerah lainnya yang sudah melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Meningkatnya ekonomi kerakyatan berbasis industri kreatif ini terlihat dari capaian persentase operasi aktif pada tahun 2018 sebesar 81,30 persen melebihi dari target RPJMD yaitu 81,13 persen. Persentasi tersebut lebih baik dari tahun sebelumnya,” kata Edi Damansyah dalam  Rapat Paripurna DPRD ke-7 tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Kukar Tahun Anggaran 2018, di Ruang Rapat DPRD Kukar, Tenggarong, baru-baru ini. 

Menurut Edi, jumlah koperasi di Kutai Kartanegara secara keseluruhan berjumlah 656 koperasi. Namun diakuinya pencapaian target pada bidang koperasi, ternyata tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan tingkat kelas UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) yang mampu mencapai angka sebesar 2,84 persen dari target sebesar 2,80 persen. “Kenaikan tersebut dipicu oleh adanya Wirausaha Baru (WUB) dari karyawan yang memperoleh pesangon akibat adanya pemutusan hubungan kerja dengan perusahaan,” ujarnya. 

Sementara itu dibidang infrastruktur perdagangan antar wilayah dan daerah juga mengalami peningkatan yang diiringi oleh meningkatnya akses tata niaga hingga indikator pertumbuhan ekspor bersih non migas dan batubara. “Sektor perdagangan berperan penting dalam mendukung kelancaran penyaluran arus barang dan jasa, termasuk arus barang dan jasa ke luar negeri. Apabila dihitung tanpa migas dan batubara, nilai ekspor bersih kukar tahun 2018 mampu menyumbang pertumbuhan ekspor bersih non migas dan batubara sebesar 7 persen, lebih kecil dibanding yang ditargetkan sebesar 12 persen,” katanya.  

Adapun pengembangan industri pengelolaan pangan, peternakan, perikanan, pengolahan pakan dan potensi daerah yang berdaya saing dengan indikator berupa pertumbuhan sektor industri. “Pengelolaan sektor industri ini menunjukkan tren yang menurun, dimana dari target sebesar 6,48 persen, ternyata hanya mampu mencapai angka 4,27 persen dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2018 sebesar Rp4,08 triliun, namun lebih baik dibanding capaian tahun 2017 sebesar 4,24 persen,” jelasnya. (Medsi07)

Terkait

BERITA Lainnya