BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PUBLIK

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Berita

Jelang Ramadan Pemkab Pantau Barang Tanpa Izin Edar

date_range 11 Maret 2019 | Oleh : medsi01
Jelang Ramadan Pemkab Pantau Barang Tanpa Izin Edar

FOTO Tim Pengawasan, peredaran barang kadaluwarsa menghadap ke Camat Muara Muntai M. Dahlan, untuk meminta izin melakukan sidak barang kadaluwarsa, dan menyempatkan berphoto bareng didepan kantor Camat Muara Muntai.

TENGGARONG -Mengantisipasi maraknya peredaran barang kadaluarsa dan barang tanpa izin edar, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui bagian Perekonomian Setkab Kukar bersama tim penertiban barang kadaluwarsa dan barang tanpa izin edar, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke toko-toko di kecamatan Muara Muntai, Selasa (5/3) lalu.

Tim tersebut terdiri dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Polres Kukar dan Satpol PP. Menurut Kabag Perekonomian Setkab Kukar Muhamad Taufik melalui Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Yeni Restiani mengatakan, bahwa Sidak dilakukan dengan tujuan sebagai upaya pencegahan beredarnya barang kadaluwarsa dan barang tanpa izin edar menjelang datangnya bulan suci Ramadan, dan juga merupakan agenda rutin Pemkab Kukar dalam melakukan pengawasaan dan pengendalian peredaran barang-barang yang dapat merugikan masyarakat.

Sidak dilakukan dengan memeriksa barang - barang dagangan pada toko-toko baik yang dipajang maupun yang disimpan digudang, apabila terdapat barang yang kadaluwarsa atau tanpa izin edar langsung dilakukan penyitaan untuk dimusnahkan. Sementara itu, Kepala Bidang Penindakan BPOM Samarinda Siti Chalimatus Sakdiyah mengatakan dalam rangka pengawasan secara maksimal terhadap obat dan makanan yang dilarang diperlukan sinergisitas berbagai pihak untuk menindaklanjutinya. "Kegiatan sidak ini merupakan bentuk sinergisitas antara pemerintah kabupaten dan propinsi, kita turun bersama dalam rangka pengawasan obat dan makanan yang beredar diwilayah kita," ujarnya.

Menurutnya, pengawasan dan pengendalian ini harus sering dilakukan agar masyarakat terlindungi dari produk - produk berbahaya. Secara umum pemahaman masyarakat sudah jauh lebih baik selain itu penjual juga sudah lebih paham mana produk yang boleh dijual dan tidak. Siti meminta kepada para konsumen untuk berhati-hati saat berbelanja teliti dulu barang-barangnya, lihat tanggal kadaluwarsanya dan juga kemasannya.

Ia mengimbau kepada para distributor maupun pedagang agar memperhatikan barang yang edarkan atau dijual, jangan sampai barang yang diperdagangkan barang yang tidak memiliki izin edar, maupun yang sudah kadaluarsa, karena ada ancaman pidana apabila dilanggar. "Untuk distrbutor dan produsen ancaman hukumannya lebih berat, untuk itu berhati - hatilah," pungkasnya. (medsi01/emge99)

Terkait