BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PUBLIK

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Berita

Investor Hongkong Tawarkan Bangun Smart City di Kukar

date_range 27 Februari 2019 | Oleh : medsi09
Investor Hongkong Tawarkan Bangun Smart City di Kukar

FOTO Bupati Kukar Edi Damansyah saat menerima investor dari UN World Global Village Limited.

TENGGARONG -Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menerima investor dari UN World Global Village Limited yang menawarkan kerja sama membangun smart city di Kukar, Senin (25/2) di Kantor Bupati Kukar.

President UN World Global Lu Jin Ping memilih Kukar untuk project pertamanya di Indonesia. Pasalnya, perusahaan Lu Jin Ping sedang mengembangkan investasinya di Kawasan Asia.

“Kukar saya kira memiliki potensi untuk dibangun smart city yang berwawasan IT (Ilmu Teknologi) yang tidak merusak alam. Jika di Kukar sudah dibangun, saya berharap bisa dibangun smart city lainnya di wilayah Kalimantan ini,” kata Lu Jin Ping di hadapan Bupati Kukar dan para Kepala Dinas serta para asisten di jajaran Pemkab Kukar.

Lu menjelaskan, di kota mandiri itu akan dibangun berbagai fasilitas mulai dari rumah sakit, sekolah, kampus, pabrik, jalan, perumahan, hingga dermaga pelabuhan untuk arus transportasi laut. “Oleh karena itu kami berharap kota mandiri itu dibangun di kawasan pesisir karena ilmuwan kami akan membangun listrik dari energi air laut,” kata Lu.

Untuk pengembangan kota mandiri itu, lanjut Lu, dibutuhkan lahan antara 300 hingga 500 hektare.Pembangunan itu akan melibatkan masyarakat setempat dan para ilmuwan dari luar negeri yang akan membagikan ilmunya kepada masyarakat. “Kami akan menginvestasikan dana 200 miliar dollar Amerika untuk kota Mandiri di Kukar ini. Biaya tersebut di luar biaya pembebasan lahan yang juga menjadi tanggung jawab kami,” ujarnya.

Lu menjelaskan, UN World Global Village Limited adalah perusahaan multi national, yang berkantor pusat di Hongkong. Selama ini mereka juga mengembangkan smart city di Amerika, Eropa dan beberapa negara Asia. “Di Malaysia sedang dibangun smart city di Kawasan Long Palai dengan investasi senilai 500 miliar dollar Amerika,” ujarnya.

Menanggapi rencana tersebut Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah menyatakan, menyambut baik semua pihak yang ingin membuka kerja sama dengan Kukar. 
Menurut dia, Selama ini banyak pihak dari perusahaan, baik itu perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Nasional (PMN) yang sudah berinvestasi di Kukar. Baik itu sector migas, batu bara, perkebunan kelapa sawit, karet dan kehutanan.

Meski demikian, lanjut Edi, masih ada beberapa potensi di Kukar yang menjadi unggulan, antara lain di sektor perikanan, kemaritiman, yang belum dikelola dengan baik. Dan belum ada pihak-pihak yang serius yang mau berinvestasi dibidang-bidang tersebut. “Selama ini kami sering menerima kunjungan dari Tiongkok, mengatasnamakan BUMN China, setelah presentasi tidak ada follow up-nya. Kami berharap yang ini bisa mewujudkan investasinya. Karena pada dasarnya kami terbuka setiap investasi di Kukar,” kata Edi.

Menurut dia, Kukar termasuk dalam 100 kabupaten di Indonesia yang ditetapkan oleh pemerintah pusat untuk membangun smart city. Kukar sedang berusaha mewujudkan sistem pemerintahan yang berbasis IT atau pelayanan masyarakat dengan IT. “Namun kami berharap setiap PMA yang ingin berinvestasi di Kukar harus mengikuti prosedur dan aturan yang ada di Indonesia. Pemerintah daerah memiliki keterbatasan kewenangan sehingga PMA juga harus mengurus persyaratannya di BKPM Pusat, di Jakarta,” demikian ujarnya. (istimewa/medsi09

Terkait