BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PUBLIK

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Berita

Peran Masyarakat dan Dunia Usaha, Dorong Kemajuan Pendidikan

date_range 25 Februari 2019 | Oleh : Medsi07
Peran Masyarakat dan Dunia Usaha, Dorong Kemajuan Pendidikan

FOTO Sekretaris Disdukbud Kukar Ikhsanuddin Noor saat membuka kegiatan praktek program PINTAR Tanoto Foundation.

TENGGARONG -Penerapan Program PINTAR (Pengembangan Inovasi Kualitas Pembelajaran) yang diselenggarakan oleh Tanoto Foundation bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Kementerian Agama Kutai Kartanegara (Kukar) memerlukan peran serta semua stakholder, masyarakat terutama dunia usaha untuk meningkatkan kemajuan pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Disdikbud Kukar Ikhsanuddin Noor saat membuka pelatihan program PINTAR Praktek diikuti 34 komite terdiri dari guru dan kepala sekolah, berlangsung di Hotel Grand Elty, Tenggarong, Kamis (21/2/2019). “Tantangan pendidikan ke depan semakin berat. Peran serta masyarakat dan dunia usaha ini menjadi salah satu kunci keberhasilan dan kemajuan sekolah,” katanya.

Menurut Ikhsanuddin, salah satu aspek pelibatan masyarakat dan dunia usaha adalah dalam gerakan literasi sekolah. “Siswa dengan perpustakaan itu ibarat air dan ikan. Jadi perpustakan mesti dibenahi, menjadi lebih nyaman, lebih menarik dan lebih membuat siswa kerasan berenang di dalamnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah MI As Syauqi Kukar Iip Syarifah mengatakan madrasah telah mendirikan pojok baca di tiap kelas, membuat taman baca dan menyelenggarakan reading day bekerjasama dengan perusahaan penerbitan buku Airlangga. Pojok baca di kelas diisi buku-buku yang disumbangkan oleh orang tua siswa. “Jadi setelah ikut pelatihan Tanoto Foundation, kami langsung sosialiasasi program literasi ke orang tua siswa lewat grup whatsapps. Beberapa orang tua siswa langsung menyanggupi menyumbang buku, dan akhirnya diikuti oleh yang lain karena pemberitaan di grup itu,” katanya.

Selain dengan masyarakat, lanjut Iip, madrasah juga bekerjasama dengan perusahaan penerbitan buku seprti Airlangga menyelenggarakan program Reading Day. Program tersebut muncul setelah madrasah mengajukan usulan ke perusahaan penerbitan buku tersebut. “Karena kami membeli buku mereka, kami meminta mereka juga memberikan pelayanan ke sekolah," katanya.

Dalam program yang sudah dimulai di awal bulan Agustus 2018 ini, perusahaan membawa buku-buku cerita ke sekolah. Para siswa dipersilahkan membaca buku tersebut, dan menceritakan kembali. Bagi mereka yang berani dan mampu bercerita dengan baik, penerbit Airlangga memberikan hadiah buku cerita. Waktu yang dialokasikan untuk program ini adalah satu jam, dan sudah dilaksanakan dua kali. ”Januari lalu kami mengajukan ke Airlangga agar program ini dilakukan secara rutin seminggu sekali. Bergiliran tiap kelas. Pihak Airlangga menyetujui,” ujar Iip Syarifah. (Medsi07)

Terkait

BERITA Lainnya