BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PUBLIK

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Berita

Peran Aktif Masyarakat Diperlukan Dalam Mensukseskan Pemilu

date_range 11 Februari 2019 | Oleh : Medsi04
Peran Aktif Masyarakat Diperlukan Dalam Mensukseskan Pemilu

FOTO Plt Kesbangpol Kukar Rinda Desianti.

TENGGARONG –Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kutai Kartanegara Rinda Desianti mengatakan bahwa dalam Pemilu Serentak 2019 nanti sangat diperlukan peran aktif dan partisipasi semua lapisan masyarakat dalam mensukseskan Pemilihan Umum Serentak Tahun 2019 di Kutai Kartanegara. "Mari bersama - sama kita sukses jalannya pemilu 2019. Jadikan perbedaan itu sebagai pemerkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Mari kita ciptakan pemilu 2019 yang aman, sejuk dan damai," ujar Rinda saat Sosialisasi Pemilu Serentak 2019 yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum BPU Kecamatan Loa Kulu, Minggu Malam (10/2).
 
Pemilu serentak Tahun 2019 berdasarkan putusan MK No.14 / PPU-XI/2013, menyatakan bahwa pemilihan umum Anggota DPRR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten / kota serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 dilaksanakan serentak pada Hari Rabu, 17 April 2019. Tahapan Pemilu Serentak 2019 yang harus menjadi fokus perhatian oleh Kesbangpol beserta Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu Kukar sejak 17 Desember 2017 – 17 April 2019  telah melakukan pemutakiran data pemilih dan penyusunan data pemilih, tanggal 23 Sept – 16 April 2019 menetapkan masa kampanye, tanggal 24 Sept 2018  – 16 April 2019 menetapkan tahapan  produksi dan pendistribusian perlengkapan pemungutan dan penghitungan suara  (logistik). Pemungutan suara di TPS tanggal 17 April 2019, 18 April – 22 Mei 2019 rekpitulasi hasil perhitungan suara.
 
Ia juga mengatakan dari beberapa kali pelaksanaan Pemilu, tingkat parrtisipasi masyarakat masih rendah. Hal ini menurut Rinda, saah satunya kurangnya sosialisasi pemilih terutama untuk pemilih pemula dan kesadaran akan pentingnya masa depan bangsa melalui Pemilu. Tingkat partisipasi pemilih Kabupaten Kukar pada Pilgub Kaltim Tahun 2018, jumlah pemilih terdaftar 467.760 orang, laki – laki 243.929, perempuan 223.8311 sedangkan  pemilih yang hadir 282.734, persentasi pemilih 60,44 %.
 
Untuk itu, diperlukan upaya atau strategi yang tepat guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu. Partisipasi masyarakat merupakan hal penting dalam terwujudnya Pemilu yang Luber (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil). Disebutkannya, ada 3 faktor pendukung partisipasi yaitu adanya kemauan, adanya kemampuan dan adanya kesempatan. Terkait hal ini, perlu dilakukan pendidikan politik kepada masyarakat melalui Parpol, KPU, Bawaslu, Pemerintah, Sekolah, perguruan tinggi, ormas, tokoh amsyarakat / adat, dan tokoh agama. 
 
Menurutnya, partisipasi masyarakat sebagai barometer untuk mengukur keberhasilan Pemilu, semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat semakin legitimate sebuah Pemilu, secara kuantitatif, diukur melalui persentasi jumlah pemilih yang datang ke TPS menggunakan hak pilihnya. Sedangkan secara kualitatif dapat dilihat dari rasionalitas pilihan dan peran aktif pemilih dalam setiap tahapan Pemilu.
 
Kemudian dikatakannya,  partisipasi aktif masyarakat dalam pemilu dapat diwujudkan dengan cara memantau penghitungan suara di TPS, menyaksikan pelaksanaan penghitungan suara diluar TPS, manyampaikan laporan atas dugaan adanyanya pelanggaran, penyimpangan atau kesalahan dalam pelaksanaan penghitungan suara kepada KPPS. Kemudian mengajukan keberatan terhadap jalannya penghitungan suara oleh KPPS melalui saksi peserta Pemilu atau pengawasan Pemilu yang hadir apabila terdapat hal yang tidak sesuai dengan peraturan perundang – undangan serta berpartisipasi dalam sosialisasi pemilu, pendidikan politik bagi pemilih, survey atau jajak pendapat tentang Pemilu dan penghitungan cepat hasil Pemilu, jelas Rinda Desianti. ( Medsi 04/ Betty ).

 

Terkait

BERITA Lainnya