BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PUBLIK

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Berita

PLKB dan Puskesmas Jonggon Jaya Gelar BKB

date_range 21 Januari 2019 | Oleh : medsi09
PLKB dan Puskesmas Jonggon Jaya Gelar BKB

FOTO BKB; PLKB Non PNS Jonggon Jaya, Budi Rachman saat menyampaikan materi BKB di gedung PKK Jonggon Jaya.

TENGGARONG -Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Non PNS bersama Bidan Puskesmas desa Jonggon Jaya kecamatan Loa Kulu  menggelar penyuluhan bina keluarga balita (BKB) holistik integratif, Kamis (17/1) di gedung PKK Jonggon Jaya.
 
PLKB Non PNS Jonggon Jaya, Budi Rachman mengatakan kegiatan penyuluhan BKB adalah upaya peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran peserta dalam membina tumbuh kembang balita. Adapun peserta penyuluhan BKB tersebut yaitu ibu balita, ibu hamil, dihadiri juga Bidan Puskesmas, PKK, dan aparat desa Jonggon Jaya dan sekitarnya.
 
Budi yang juga Narasumber kegiatan itu mengatakan, dalam BKB yang perlu diketahui para ibu serta anggota keluarga lain yaitu bagaimana membina tumbuh kembang balita melalui rangsangan fisik, motorik, kecerdasan, sosial, emosional serta moral yang berlangsung dalam proses interaksi antara ibu/anggota keluarga lainnya dengan anak balita.
 
Disampaikannya, masa 5 tahun pertama kehidupan adalah masa terbentuknya dasar kepribadian manusia. Oleh karena itu faktor dalam dan faktor luar perlu diperhatikan agar dapat menjadi dasar-dasar pembentukan kepribadian yang kokoh dan mantap. "Dengan demikian maka keliru bila orang tua beranggapan bahwa anak kecil belum perlu diajarkan suatu kemampuan, karena justru pada masa inilah terbentuknya dasar-dasar kemampuan pengindraan, berfikir, ketrampilan berbahasa dan bicara, bergaul dan sebagainya," ujarnya.
 
Kemudian, disampaikannya bahwa sebagai seorang manusia seutuhnya, maka aspek kebutuhan, kecerdasan (mental), perasaan (emosi) dan sosial secara utuh dan menyeluruh harus diperhatikan perkembangannya. Disamping itu anakpun harus dipenuhi kebutuhannya yang meliputi makanan, pakaian, kesehatan, kasih sayang, pengertian, rasa aman, dan kebutuhan akan rangsangan mental – sosial - emosional.
 
Adapun 7 aspek perkembangan anak yaitu, gerakan kasar, gerakan halus, mengerti isyarat / pembicaraan (komunikasi pasif), mengungkapkan dengan isyarat/kata-kata (komunikasi aktif), kecerdasan, menolong diri sendiri, dan bergaul. Ke 7 aspek perkembangan yang diuraikan diatas, semua saling berkaitan erat. oleh karena itu perlu diusahakan adanya perangsangan pada anak yang meliputi ke 7 aspek tersebut secara seimbang.
 
"Bila kebutuhan anak terpenuhi (fisik, intelektual, sosial dan emosional), maka anak akan tumbuh berkembang dengan optimal kesempatan emas (golden age) terjadi hanya 1 kali dan tidak dapat diulang," paparnya. Pada acara tersebut juga dilaksanakan kelas kelas ibu balita dan ibu hamil oleh bidan koordinator desa setempat Ningsih. (medsi09)

Terkait