BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PUBLIK

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Berita

DPMPTSP Kembangkan Program I-Daman Sistem Inovasi Model Triple Helix

date_range 11 Januari 2019 | Oleh : Medsi 03
DPMPTSP Kembangkan Program I-Daman Sistem Inovasi Model Triple Helix

FOTO Perwakilan Kesultanan menyerahkan sertifikat sebagai ucapan terimakasih atas keterlibatan perusahaan dalam acara penabalan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

TENGGARONG -Dengan adanya berbagai permasalahan  yang dialami oleh Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) maka Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melakukan pengembangan program Inovasi Dagang Kemitraan (I-Daman) dengan sistem Inovasi Model Triple Helix (Pemerintah-Akademisi-Swasta).
 
Kepala DPMPTSP Kabupaten Kutai Kartanegara Bambang Arwanto, pada MoU program Inovasi Dagang kemitraan (I-daman) bersama Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) dan Manajemen Indomaret dan Universitas Kutai Kartanegara pada Kamis (10/01) di Ruang Serbaguna kantor Bappeda Kutai Kartanegara, mengatakan Inovasi Model Triple Helix Pemerintah memiliki peran sebagai membuat regulasi dan kebijakan, fungsi pengawasan, fasilitasi kemitraan untuk Peningkatan Kualitas (pemberdayaan) UMKM. 
 
Sedangkan pihak Akademisi memiliki peran untuk menganalisa produk, Kajian Ekonomi, menyediakan kebutuhan analisa data dan informasi lainnya baik bagi pihak swasta maupun pemerintah  dan pihak Swasta memiliki peran untuk mengakses jaringan pasar, arus uang dan barang serta  kontinuitas perdagangan dan kemitraan.
 
Ia sangat berharap Mou yang dilaksanakan dapat terjalin kemitraan antara UMKM dan Toko Modern sehingga Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam pembinaan dan pemberdayaan UMKM yang di gagas oleh Pemerintah Kukar dapat berjalan dengan baik. Selain itu pemasaran produk unggulan khas Kutai Kartanegara secara masive melalui jaringan toko modern dapat terlaksana dengan baik.
 
Ia mengatakan ada berbagai permasalahan yang ada di UMKM seperti Produk UMKM lokal yang  kurang memiliki akses terhadap pasar/ konsumen sehingga sulit meningkatkan volume penjualan dapat menghambat peningkatan produksi dan perkembangan usaha, UMKM  yang belum memiliki legalitas/ sertifikasi (standarisasi)  dan  Kemitraan toko modern belum memaksimalkan potensi lokal serta Program TJSP terhadap UMKM binaan perusahaan belum mencapai kemandirian UMKM
 
"Hal-hal itulah yang harus segera di jembatani oleh pemerintah melalui Inovasi Model Triple Helix agar UMKM dapat meningkatkan penjualan dan jaringan pasar melalui toko modern," demikian ujarnya. (youliati- medsi03)*

Terkait

BERITA Lainnya