BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PUBLIK

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Berita

Jalan Santai Kerukunan Lintas Umat Beragama

date_range 07 Januari 2019 | Oleh : Medsi03
Jalan Santai Kerukunan Lintas Umat Beragama

FOTO Peserta jalan santa kerukunan lintas umat beragama

TENGGARONG - Plt. Asisten III Setkab Kukar Heldiansyah membuka secara resmi jalan santai kerukunan lintas agama dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kementrian Agama ke 73 pada Sabtu(5/1) di halaman Creative Park, Tenggarong. Pada acara tersebut juga dilakukan pelantikan Duta Kerukunan oleh Plt Asisten III Setkab Kukar Heldiansyah didampingi Kepala Kemenag Kukar H. Fahmi.

Dalam sambutan Plt Bupati Kutai Kartanegara yang dibacakan oleh Plt Asisten III Setkab Kukar Heldiansyah mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah yang positif untuk terciptanya harmoni antarumat beragama. "Kita semua tentu tidak mengharapkan resistensi kehidupan umat beragama yang dipicu oleh sikap egosentrisme sepihak atau segolongan umat tertentu terutama di bulan-bulan akhir menjelang Pemilu tahun 2019 ini" ungkapnya.

Heldiansyah juga berharap agar antar pemeluk agama dapat rukun dalam menjalani kehidupan, harmonis serta mampu menjaga ketertiban dan keamanan. Oleh karena itu setiap ASN Kementerian Agama memiliki kewajiban memandu para pemeluk agama untuk mampu menampilkan moral agamanya masing-masing serta etikanya dalam bermasyarakat. Heldi menambahkan bahwa ASN khususnya ASN Kementerian Agama sebagai figur terdepan dalam bidang keagamaan sepatutnya menjadi pelopor yang mampu memandu umat dalam menampilkan sikap toleransi sehingga mampu memperkokoh persatuan dan kesatuan.

"Harap diingat kembali bahwa Menteri Agama Republik Indonesia pun telah berpesan agar ASN khususnya ASN Kementerian Agama lebih nyaring lagi menyuarakan tiga hal ini di ruang publik, yaitu: pembinaan toleransi dan kerukunan antarumat beragama, pengembangan moderasi beragama, dan pembangunan akhlak bangsa" imbuhnya. Heldiansyah meminta kepada ASN harus benar-benar menyadari bahwa masalah agama adalah masalah yang sensitif, Jika masalah agama ini dipantik oleh tindakan yang mengacaukan sendi-sendi keberagaman maka yang muncul adalah masalah yang amat pelik. Oleh karenanya, melalui semua tindakan kerja yang dilakukan oleh ASN Kementerian Agama hendaknya mampu mewujudkan supremasi nilai-nilai ketuhanan dalam beragama sebagai ruh pembangunan dan kemajuan bangsa.

Heldi berpesan agar setiap pemeluk agama sepatutnya menghindari segala tingkah laku dan tutur kata yang dapat melukai keimanan setiap umat dalam berketuhanan serta kesadaran religius setiap umat beragama dalam melaksanakan keagamaannya. "Marilah kita tebar energi positif dalam pergaulan kemasyarakatan”pinta Heldi. Untuk itu mari bersama semua umat beragama mengunci rapat-rapat mulut agar tidak menebar ujaran kebencian ataupun fitnah yang berpangkal dari sikap intoleransi terhadap agama lainnya dan marilah untuk selalu menjaga hati agar selalu suci sehingga mampu menampilkan pribadi yang saleh dan toleran. (Yuliati-medsi03)*

Terkait

BERITA Lainnya