BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PUBLIK

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Berita

Kelompok Wirausaha Menjahit SPNF SKB Tenggarong Banjir Pesanan

date_range 01 November 2018 | Oleh : Medsi01
Kelompok Wirausaha Menjahit SPNF SKB Tenggarong Banjir Pesanan

FOTO Kepala SPNF SKB Tenggarong Bukhori memperlihatkan hasil jahitan peserta PKW Tata Busana. (Foto: Ist)

TENGGARONG -Kelompok Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tata Busana Menjahit Level III di Tenggarong Seberang memasuki tahap akhir. Bahkan program tersebut sudah mulai dibanjiri oleh pesanan jahitan baju sekolah mulai dari lembaha TK/KB (Kelompok Bermain) dan kalangan Umum, Rabu (31/10/2018).

Kepala Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tengagrong Bukhori mengatakan program kecakapan hidup tersebut bertujuan untuk mencetak wirausaha handal dan berdaya saing melalui berbagai keterampilan sebagai bekal berwirausaha.

“Alhamdulillah, program ini membawa dampak yang luar biasa dalam mencetak mencetak wirausaha di Kutai Kartanegara yang mampu bersaing dan siap menyambut dunia usaha terutama dibidang tata busana menjahit,” katanya. Diakui Bukhori, program wirausaha menjahit level III terlaksana atas kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI berupa kursus tata busana menjahit dan mekanik sepeda motor secara gratis.

“Kelompok Busana Menjahit level III saat ini juga sudah mulai dibanjiri pesanan baju sekolah dari lembaga TK dan kalangan umum. Tentunya ini wirausaha ini sangat prospektif kedepannya dalam peningatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Adapun pelatihan PKW tata busana diikuti oleh 20 orang terdiri dari desa Bukit Raya 6 orang, Karang Tunggal 11 orang, Manunggal Jaya 2 orang, dan Tenggarong 1 orang.
Diharapkan dari kegiatan PKW memberikan dampak positif bagi warga belajar terus semangat berusaha sehingga menjadi pengusaha handal dan berdaya saing dimasa mendatang.

“Saya berharap melalui PKW ini akan mencetak pengusaha-pengusaha handal dan keterampilan lainnya. Mohon dukungan dari semua pihak terutama dunia usaha dapat bersinergi dalam memberikan pembinaan bagi warga belajar dibidang lainnya, melalui prgram CSR (Corporate Social Responsibility (CSR) nya,” harap Bukhori.

Sementara itu Widaryati selaku Instruktur Tata Busana Menjahit Level III mengatakan, peserta busana menjahit saat ini masih dalam proses penyelesaian pendidikan kursus tahap akhir. “Kita bersyukur para peserta program kecakapan hidup (Life Skils Education) level III ini sudah mampu berkreasi dan berkarya dalam tata busana. Bahkan sudah ada pesanan jahitan baju sekolah tingkat TK dan umum,” katanya.

Menurut dia, pendidikan PKW yang diselenggarakan SPNF SKB Tenggarong mempu memberikan warna tersendiri dalam kreasi dan jiwa usaha profesional yang siap saing dalam peningkatan ekonomi masyarakat. “Saya melihat progres capaian peserta PKW ini sudah luar biasa. Tentunya ini menjadi modal keterampilan berusaha, sehingga kedepannya apa yang diharapkan pemerintah dalam pengentasan kemiskinan akan tercapai dengan peningkatan wirausaha di Kukar,” ujarnya. (Medsi01)

Terkait

BERITA Lainnya