Kanwil Kantor Agama Provinsi Kaltim Gelar Sosialisasi Literasi Media dan Digital Bagi Penghulu.

Penulis: Admin
Kanwil Kantor Agama Provinsi Kaltim Gelar Sosialisasi Literasi Media dan Digital Bagi Penghulu.

Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Agama Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan kegiatan penguatan literasi keagamaan bagi penghulu Tingkat Provinsi Kaltim tahun 2021. Kegiatan digelar pada hari ini, Kamis (2/12/21) dihadiri 25 penghulu dari Tenggarong, Samarinda, dan Bontang di Hotel Grand Elty, Bukit biru Tenggarong. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kabag TU Kanwil Kementrian Agama Provinsi Kaltim Mohlis dan menghadirkan 1 orang narasumber dari Diskominfo Kukar Tantri Saptadewi dengan moderator M. Iwan Sarwani.

Kabag TU Kanwil Kementrian Agama Provinsi Kaltim Mohlis Mohlis dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam bahasan literasi agama, orang yang melek agama akan memiliki pemahaman dasar mengenai sejarah, teks-teks sentral, kepercayaan, serta praktik tradisi keagamaan yang lahir dalam konteks sosial, historis, dan budaya tertentu. Disampaikannya tentang keterkaitan antara literasi agama dengan profesi penghulu.

Disampaikannya bahwa tuntutan masyarakat di era literasi, mengharapkan KUA bersama penghulu untuk mampu berkiprah dan berkontribusi nyata di bidang pemberdayaan umat Islam. Ditekankannya tentang pentingnya penguatan literasi bagi penghulu menuju revitalisasi KUA.

Dengan penguatan literasi akan berdampak positif secara psikologis bagi insan Kemenag dalam menjalankan tugas. Dampak yang diharapkan adalah semakin optimalnya layanan yang inovatif untuk masyarakat. Jika hal itu terlaksana maka KUA dan penghulu tidak lagi terkesan sebagai Kantor Pencatatan Nikah saja, tapi harus mampu berbuat lebih dengan terobosan yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

Kasi Pengembangan Aplikasi Bidang E-Government Diskominfo Kukar Tantri Saptadewi sebagai narasumber mengatakan bahwa perkembangan teknologi memengaruhi segala lini kehidupan masyarakat. Situasi ini membuat masyarakat harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tidak tertinggal.

Disampaikannya pada era digital seperti saat ini, cybercrime menjadi tantangan bagi masyarakat. Untuk itu diperlukan sebuah kemampuan literasi digital agar masyarakat tidak mudah tertipu dan termakan jebakan oleh pelaku cybercrime. Tujuan Literasi digital adalah untuk meningkatkan kemampuan kognitif sumber daya manusia di Indonesia agar keterampilan tidak terbatas hanya mengoperasikan gawai.

Tantri menyampaikan bahwa peran penghulu dalam era digital saat ini sangat diperlukan. Tujuannya adalah untuk peningkatan etika masyarakat diruang digital seperti nilai nilai kesopanan dalam berinteraksi diruang digital. Tantri Saptadewi menyampaikan bahwa kemampuan literasi akan membantu mencegah penyebaran konten negatifdi media. Selain itu adalah untuk mendorong kesadaran terhadap keamanan digital. Prakteknya adalah dengan memberikan penyuluhan tentang batasan dalam berbagai informasi dan keamanan data pribadi diruang digital.

Ditekankkannya tentang pentingnya tranformasi layanan pencatatan nikah dengan pemanfaatan aplikasi sistem informasi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi penghulu. Dikemukakan oleh Tantri Saptadewi bahwa para penghulu yang memiliki kemampuan literasi digital yang baik, akan mampu menerima dan mengolah informasi dan mampu mengaplikasikan informasi tersebut secara benar.

Dengan demikian dalam pelaksanaan tugasnya dapat mengedukasi masyarakat untuk tidak mudah menerima informasi yang tidak benar serta mampu menghindari resiko terjebak dalam cybercrime. Sesudah penyampaian materi oleh narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari para peserta yang terdiri dari penghulu se- Kaltim.

Berita Lainnya