Bupati Edi Damansyah Pimpin Rakoor TPID Daerah secara Virtual Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Bahan Pokok

Penulis: Admin
Bupati Edi Damansyah Pimpin Rakoor TPID Daerah secara Virtual  Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Bahan Pokok

Bupati Kutai Kartananegara Edi Damansyah didampingi Sekretaris Daerah Sunggono dan Kepala Bappeda Wiyono, pimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) , yang diikuti seluruh OPD,Kecamatan,Polres,Tim Satgas Pangan, serta unsur dari PLN. bertempat di kantor Bappeda dilakukan secara virtual dan tatap muka langsung dengan Bupati dari pendopo bupati.selasa (13/4/2021).

Edi Damansyah saat membacakan sambutan tertulis menyampaikan menyambut baik atas diselenggarakannya Rapat koordinasi tim pengendalian inflasi daerah(TPID) dalam rangka ketersedian dan perkembangan harga barang kebutuhan pokok dan barang penting lainnya untuk menghadapi bulan ramadhan dan hari raya Idul fitri 1442 H. Kegiatan ini sangat strategis yang merupakan tindak lanjut dari kegiatan sidak ke pasar yang dilakukan pada hari minggu kemarin ,serta komitmen bersama dalam rangka menjaga tingkat inflasi, sebagai salah satu prasyarat pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkesinambungan dan berkeadilan, Sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kukar."

" Edi berucap ,Digelarnya Rakoor TPID Kab. Kukar ini juga untuk membahas langkah antisipasi agar tidak terjadi lonjakan harga jelang bulan Ramadan maupun Idul Fitri mendatang.TPID juga telah melakukan monitoring harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional serta ketersediaan stok di tingkat distributor.

“Bahwa adanya inflasi dapat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat dan daerah. Bagi masyarakat umum, inflasi menjadi suatu perhatian, karena inflasi berpengaruh terhadap kesejahteraan hidup dan bagi dunia usaha, laju inflasi merupakan faktor yang sangat penting dalam membuat berbagai keputusan”, ucap Edi.

Edi Damansyah mengutarakan Inflasi yang tinggi akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat akan terus menurun, sehingga berpengaruh terhadap standar hidup masyarakat yang juga mengalami penurunan, dimana yang miskin akan semakin miskin karena efek inflasi yang tinggi. Selanjutnya inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian (uncertainty), bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan. Dari pengalaman yang didapat menunjukkan bahwa inflasi yang tidak stabil akan menyulitkan keputusan masyarakat dalam melakukan konsumsi, investasi, dan produksi, yang pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi.

"Lebih lanjut Edi menyampaikan, secara garis besar, TPID Kukar sendiri telah melakukan terobosan-terobosan dan koordinasi yang intensif, dalam rangka menjaga kesetabilan harga, yang fokus utamanya adalah pada Komoditas harga pangan bergejolak (volatile food).

Edi Damansyah mengungkapkan, hal tersebut telah dicapai melalui TPID Kab Kukar dengan program rutinnya secara konsisten yakni melakukan pemantauan harga pasar, sebagai alat check and balance kewajaran harga di pasar, Sudah menjadi tugas Pemerintah Daerah, bersama organisasi perangkat daerah (OPD) ,Kecamatan,Satgas pangan,Polres yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah Pemkab Kukar, untuk menjaga stabilitas harga dan kelancaran pasokan komoditi pangan di tengah masa Pandemi Covid-19 dan menjelang bulan puasa dan hari raya Idul Fitri 1442 H, diperlukan upaya lebih untuk melakukan koordinasi guna pengendalian harga barang kebutuhan pokok ”, pungkas Edi Damansyah.

(tim-kominfo)

Berita Lainnya