Diskominfo Kukar Gandeng BSSN Untuk Uji Aplikasi

Penulis: Admin
Diskominfo Kukar Gandeng BSSN Untuk Uji Aplikasi

Keamanan teknologi informasi menjadi fokus perhatian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Kartanegara (Kukar). Apalagi saat ini telah banyak OPD di lingkungan Pemkab Kukar mengembangkan aplikasi secara online yang rentan diserang para peretas.

Terkait hal itu, Diskominfo Kukar menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk melakukan penilaian dan pengujian terhadap beberapa aplikasi yang dikelola OPD.

Ada 3 aplikasi yang akan diuji oleh tim dari BSSN yakni aplikasi kependudukan yang dikembangkan Disdukcapil Kukar, aplikasi kepegawaian dari BKPSDM kukar, dan aplikasi perpajakan dari Bapenda Kukar.

Dalam pertemuan pembahasan Internet Technology Security Assesment (ITSA) bersama BSSN yang digelar di ruang rapat Diskominfo Kukar, Tenggarong, Selasa (06/04) pagi, Kepala Diskominfo Kukar berharap agar kegiatan pengujian aplikasi ini dapat berjalan baik dan lancar.

"Kita ingin agar tim BSSN dapat melakukan pengujian keamanan terhadap aplikasi yang ada di 3 OPD serta memberikan solusi agar aplikasi tersebut tidak mudah diretas oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab," ujarnya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kukar Irianto yang hadir langsung pada pertemuan ini memberikan apresiasi dan menyambut baik dilakukannya penilaian dari tim BSSN.

"Kami sangat senang ada pengujian keamanan terhadap aplikasi. Karena sejak April tahun lalu saat pandemi merebak, kita telah menggunakan layanan online untuk mencegah kerumunan masyarakat di kantor," jelasnya.

Ditambahkan Irianto, Pemerintah Pusat memang telah menyarankan kepada daerah se-Indonesia untuk berkreasi membuka layanan online. "Namun Pusat juga mengingatkan kepada kami untuk menjaga keamanannya. Jadi kami bersyukur dilakukan ITSA oleh BSSN. Jika ada kerentanan dari aplikasi kami, mohon untuk diberikan solusi perbaikannya," harapnya.

Sementara dikatakan ketua tim ITSA BSSN, Sigit Setiono, kegiatan penilaian aplikasi ini dilakukan oleh Direktorat Identifikasi Kerentanan dan Penilaian Risiko Pemerintah, Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN.

"Kita akan melakukan penilaian terhadap celah keamanan yang ditemukan pada jaringan maupun aplikasi, lalu memberikan rekomendasi serta solusi dari celah keamanan yang ditemukan," pungkasnya.

Keamanan teknologi informasi menjadi fokus perhatian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Kartanegara (Kukar). Apalagi saat ini telah banyak OPD di lingkungan Pemkab Kukar mengembangkan aplikasi secara online yang rentan diserang para peretas.

Terkait hal itu, Diskominfo Kukar menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk melakukan penilaian dan pengujian terhadap beberapa aplikasi yang dikelola OPD.

Ada 3 aplikasi yang akan diuji oleh tim dari BSSN yakni aplikasi kependudukan yang dikembangkan Disdukcapil Kukar, aplikasi kepegawaian dari BKPSDM kukar, dan aplikasi perpajakan dari Bapenda Kukar.

Dalam pertemuan pembahasan Internet Technology Security Assesment (ITSA) bersama BSSN yang digelar di ruang rapat Diskominfo Kukar, Tenggarong, Selasa (06/04) pagi, Kepala Diskominfo Kukar berharap agar kegiatan pengujian aplikasi ini dapat berjalan baik dan lancar.

"Kita ingin agar tim BSSN dapat melakukan pengujian keamanan terhadap aplikasi yang ada di 3 OPD serta memberikan solusi agar aplikasi tersebut tidak mudah diretas oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab," ujarnya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kukar Irianto yang hadir langsung pada pertemuan ini memberikan apresiasi dan menyambut baik dilakukannya penilaian dari tim BSSN.

"Kami sangat senang ada pengujian keamanan terhadap aplikasi. Karena sejak April tahun lalu saat pandemi merebak, kita telah menggunakan layanan online untuk mencegah kerumunan masyarakat di kantor," jelasnya.

Ditambahkan Irianto, Pemerintah Pusat memang telah menyarankan kepada daerah se-Indonesia untuk berkreasi membuka layanan online. "Namun Pusat juga mengingatkan kepada kami untuk menjaga keamanannya. Jadi kami bersyukur dilakukan ITSA oleh BSSN. Jika ada kerentanan dari aplikasi kami, mohon untuk diberikan solusi perbaikannya," harapnya.

Sementara dikatakan ketua tim ITSA BSSN, Sigit Setiono, kegiatan penilaian aplikasi ini dilakukan oleh Direktorat Identifikasi Kerentanan dan Penilaian Risiko Pemerintah, Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN.

"Kita akan melakukan penilaian terhadap celah keamanan yang ditemukan pada jaringan maupun aplikasi, lalu memberikan rekomendasi serta solusi dari celah keamanan yang ditemukan," pungkasnya.

Berita Lainnya