Dr Martina Yulianti : Kukar Tak Ikuti Kebijakan PPKM

Penulis: Admin
Dr Martina Yulianti : Kukar Tak Ikuti Kebijakan PPKM

Kepala Dinkes Kukar, Martina Yulianti menyebutkan, pihaknya tidak akan mengambil kebijakan pembatasan yang dilaksanakan di Jawa - Bali tersebut. Satgas Covid-19 bakal lebih menguatkan ke perubahan prilaku masyarakat terhadap implementasi protokol kesehatan terlebih dahulu. Hal ini disampaikan dr Yuli Terkait Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sebagaimana langkah yang diambil pemerintah di Jawa-Bali tersebut. 

"Aturannya (pembatasan) sebenarnya sudah ada, cuman tinggal mengembangkan menjaga implementasinya," kata Martina kepada awak media, Senin (11/1/2021).

Sejauh ini, kata Martina, penerapan Prokes belum terkawal dengan baik dan perlu diketatkan oleh Tim Penegakkan Hukum (Gakkum) Satgas Covid-19 Kukar. Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya pelanggaran Prokes di restoran hingga cafe yang ada di Tenggarong. 

Menurut presentase kepatuhan memakai masker di lokasi kerumunan oleh Satgas Covid-19 Nasional, ada lima lokasi dengan presentase tidak patuh memakai masker tertinggi. 

Yakni  Restoran/kedai sebesar 28,7 persen, rumah sebesar 23,3 persen, tempat olahraga publik sebesar 15,1 persen, jalan umum sebesar  14,3 persen, dan tempat wisata sebesar 10,4 persen. 

"Intinya apa yang sudah ada diperketat.

Percuma saja kita bikin pembatasan-pembatasan tapi kalau orang-orang tidak melaksanakan prokes karena kita tidak mengawal 'kan," ujarnya. 

Diketahui, PPKM dapat dilaksanakan jika memenuhi indikator-indikator tertentu. Mulai dari tingkat kematian daerah di atas rata-rata tingkat kematian nasional, tingkat kasus aktif di atas rata-rata tingkat kasus aktif nasional,  tingkat kesembuhan di bawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional, hingga tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy untuk ICU dan ruang isolasi di atas 70 persen.

Berita Lainnya