PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Selasa, 14 November 2017

10:30:12 AM

WEBMAIL    BUKU TAMU    E-PANEL

Perkawinan Bangsawan Kutai Disimulasikan

Sosial Budaya    6 tahun yang lalu   
   3846 Kali

Sumber Foto: Keluarga pria (kiri) saat menyerahkan sebilah Keris dalam Upacara Nyorong Tanda.(joe)

TENGGARONG – Sesuai adatnya maka prosesi perkawinan bangsawan Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura dilakukan sedikitnya selama 10 hari hingga 2 pekan. Karena selain upacara akad nikah ada 5 jenis rangkaian upacara terpenting yang harus dilalui pasangan pengantin.

Disaksikan sejumlah pengurus dan anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (Harpi) Melati Kailmantan Timur, simulasi prosesi dan tata rias pengantin bangsawan Kutai diperagakan di Kedaton Sultan, Tenggarong Minggu (29/12). Turut hadir dalam simulasi ini Sultan Kutai Kartanegara ke 20 Aji Mohammad Salehuddin II dan Sekretaris Sultan Dr Haryanto Bahroel. Peragaan simulasi perkawinan adat bangsawan Kutai diawali tahap I dari 5 rangkaian upacara perkawinan yaitu upacara Melamar dan Nyorong Tanda . Setelah pihak keluarga wanita menerima lamaran maka keluarga lelaki kemudian melakukan upacara Nyorong Tanda atau menyerahkan tanda jadi berupa sebilah keris sebagai bukti memperkuat lamaran.

Dalam upacara Nyorong Tanda ini kedua keluarga bermufakat menentukan tahapan pelaksanaan rangkaian perkawinan. Memasuki tahap II mulai dilakukan upacara pra nikah yaitu kedua mempelai dimandikan dengan air bunga dicampur wewangian parfum melalui upacara Mendi mendi. Mendi mendi dimaksudkan agar sebelum ijab Kabul dilakukan pengantin bersih dari kotoran lahir batin. Memasuki tahap III calon mempelai menjalani upacara Bealis bertujuan mempercantik pengantin sehingga saat nikah nanti wajah pengantin berubah lebih canti dan ganteng.

Bealis dilakukan secara simbolis dengan mengikis bulu halus yang tumbuh disekitar dahi kemudian diberi asupan potongan gula aren dan daging kelapa muda serta minum seteguk air putih yang dilakukan para tetuha keluarga kedua mempelai. Memasuk tahap ke 4 dilakukan upacara Bepacar, dalam prosesinya diawali dan diiringi seni Hadrah yang mengumandangkan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Bepacar intinya memberikan tanda merah tua pada ujung jari-jari tangan hingga kaki kedua mempelai menggunakan daun pacar yang telah diolah layaknya adonan roti. Bepacar dilakukan di geta atau ranjang tempat tidur pengantin khas Kutai sedang fungsinya selain hiasan diri juga menandai jika kedua mempelai adalah pengantin baru.

Tahap terakhir adalah akad nikah dalam upacara ini sedikitnya ada 5 rangkaian lagi upacara yang menyertainya diantaranya upacara membatalkan wudhu dengan menyentuh jari tangan wanitanya yang wajahnya tertutup atau dibungkus kain sarung. Selain menyentuh, mempelai pria memasangkan cincin kejari wanita berikut mas kawin sesuai janji akad nikah. Tiga hari kemudian dilangsungkan upacara Naek Pengaten. Naek penganten adalah puncak prosesi perkawinan adat kutai yang biasa dilakukan selama sepekan. Sektretaris Sultan yang juga anggota pemangku adat Kesultanan Kutai Haryanto Bahrul mengatakan rangkaian prosesi perkawinan bangsawan Kutai masih tetap dipertahankan hingga kini. "Karena semua tahapan prosesi itu ada yang mengandung makna ritual yang tidak boleh dilewatkan,” ujarnya.(hms-DI01)


TINGGALKAN KOMENTAR


Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Telp: 0541-662088 ext.314   Fax: 0541-661690
Email: humaskukar@kukarkab.go.id
Website: https://humas.kukarkab.go.id

STATISTIK KUNJUNGAN
Hari Ini22 pengunjung
Minggu Ini721 pengunjung
Bulan Ini3.803 pengunjung
Total Pengunjung26.546 pengunjung
Total Klik786.403 Kali