PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Bagian Protokol dan Komunikasi Publik

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Selasa, 14 November 2017

10:30:12 AM

WEBMAIL    BUKU TAMU    E-PANEL

Peringatan Hari Autisme 2019 di Kukar

Pemberdayaan Perempuan    1 bulan yang lalu   
   52 Kali

Sumber Foto: Sekda Kukar Sunggono bernyanyi ria bersama anak SLB Tenggarong

TENGGARONG – Autisme bukanlah penyakit kejiwaan, karena ia merupakan suatu gangguan yang terjadi pada otak, sehingga menyebabkan otak tersebut tidak dapat berfungsi selayaknya otak normal dan hal ini termanifestasi pada perilaku penyandang autisme. Hal itu disampaikan Sekretaris Kabupaten Kutai Kartanegara H Sunggono saat membacakan sambutan Bupati Kukar Edi Damansyah pada peringatan Hari Autisme 2019 di Gedung Serbaguna Sekolah Luar Biasa (SLB) Tenggarong, tengah pekan tadi.

Disampaikannya, autisme merupakan kelainan dalam berinteraksi social, komunikasi verbal dan non verbal serta perilaku repetitif. Seorang autisme membutuhkan perhatian dan pengasuhan yang layak sesuai kondisinya.

"Dukungan orang tua, serta lingkungan sekitar amat penting. Karena bagi orang yang tidak memahami kondisi seorang autisme ini, paradigm yang muncul adalah anak yang nakal, aneh dan sulit diatur. Tidak jarang anak autisme mengalami perlakukan yang tidak baik dari lingkungannya," ujarnya.

Sunggono menyebutkan, penyandang autisme di Indonesia pada Tahun 2014 diperkirakan sebanyak 2,4 juta orang dengan pertambahan penyandang baru sebanyak 500 orang pertahun. Angka ini cenderung meningkat setiap tahunnya.
Umumnya reaksi awal orang tua ketika mendapati fakta bahwa anaknya mengidap autisme adalah sedih dan menyangkal kondisi tersebut, bahkan mungkin ada orang tua yang mengabaikan kondisi autisme anaknya dan berkeyakinan bahwa anaknya tidak mengidap autisme.

"Hal tersebut sepatutnya menjadi perhatian kita semua sebagai orang tua, untuk memberikan perhatian dan empati bagi para penderita autisme sehingga mereka bisa tumbuh menjadi manusia yang mampu mendiri dan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh," katanya.

Tidak dipungkiri bahwa di masyarakat Indonesia yang masih mempercayai mitos – mitos tertentu. Hal tersebut kata Sunggono menjadi alasan mengapa orang tua lambat menyadari akan kondisi anak autisme ini. Oleh karena itu, kepekaan orang tua dalam memperhatikan tumbuh kembang anaknya menjadi sangat penting, agar segera mendapatkan penanganan yang benar. Anak autisme bisa tumbuh dan berkembang secara optimal jika orang tua senantiasa melindungi dan memberikan perhatian secara khusus dan intensif. Mengenali dan memahami kondisi anak termasuk kekuatan dan kelemahannya agar dapat memberikan terapi yang tepat.

Melalui momen peringatan hari Autisme ini Sunggono mengajak kepada semua orang tua dan masyarakat agar lebih peduli dan memberikan perlindungan kepada penderita autisme.

"Mereka juga memiliki hak yang sama seperti warga masyarakat yang lain. Mereka berhak mendapatkan perlakuan yang baik serta mendapatkan pekerjaan yang sesuai denga kemampuan dan kondisinya," tegasnya.

Salah satu program Kabupaten Kukar adalah menjadikan Kukar sebagai Kabupaten Layak Anak, maka diharapkan agar tidak ada diskriminasi terhadap penderita autisme.

Puncak peringatan dimeriahkan juga dengan penampilan aneka tari dan lagu persembahan murid murid SLB Tenggarong, beserta orang tua murid.(Medsi04)


TINGGALKAN KOMENTAR


Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara
Bagian Protokol dan Komunikasi Publik

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Telp: 0541-662088 ext.314   Fax: 0541-661690
Email: humaskukar@kukarkab.go.id
Website: https://humas.kukarkab.go.id

STATISTIK KUNJUNGAN
Hari Ini76 pengunjung
Minggu Ini619 pengunjung
Bulan Ini2.620 pengunjung
Total Pengunjung6.469 pengunjung
Total Klik68.658 Kali