PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Selasa, 14 November 2017

10:30:12 AM

WEBMAIL    BUKU TAMU    E-PANEL

Eddy Damansyah: Tumbuhkan Iklim Demokrasi di Kalangan Masyarakat

Objek Wisata    11 tahun yang lalu   
Noviyanto Rahmadi    898 Kali

Sumber Foto: Suasana diskusi hukum yang diselenggarakan FH Unikarta Tenggarong

Diskusi yang juga sekaligus sebagai Kuliah Umum dari mata kuliah Peradilan Semu ini dihadiri dua orang dosen FH Unikarta yaitu Jamaluddin SH dan Nasrun Mukmin SH bersama dengan 70 orang peserta diskusi yang terdiri para mahasiswa yang ada di lingkungan Unikarta Tenggarong. Pembantu Dekan II FH Unikarta, Abdul Majid SH MH mengatakan, terimakasih atas kesedian Ketua PN Tenggarong Sunario WIrio SH meluangkan waktu hadir di pertemuan ini.--foto2--Dikatakan diskusi ini bagian tak terpisahkan dari kegiatan perkuliahan mahasiswa hukum Unikarta. “Karena terkait dengan mata kuliah Peradilan Semu yang harus ditempuh semua mahasiswa hukum,” ujarnya. Menurutnya diskusi seperti ini tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa hukum semata, namun mahasiswa dengan disiplin ilmu lain yang tertarik dengan permasalahan hukum baik pidana maupun perdata dapat juga mengikuti diskusi ini. “Tujuannya jelas yaitu agar mahasiswa setelah berada di tengah kehidupan masyarakat benar-benar melek hukum,” ujarnya.Sementara itu Ketua PN Tenggarong Suwarno Wiryo mengatakan bahwa hukum bisa dilihat dari berbagai perspektifnya, oleh sebab itu ilmu hukum tidak tunggal hanya berkisar masalah pidana atau perdata. Namun memiliki kaitan dengan banyak disiplin baik masalah sosial kemasyarakatan, ekonomi, budaya, politik, sistem pemerintahan, psikologi, hingga ke hubungan luar negeri. “Hal ini karena masalah hukum sendiri ditopang antara lain adalah Bidang Hukum, Sistem Hukum dan Teori Hukum itu sendiri,” ujarnya.Menjawab pertanyaan peserta diskusi Cut Novianti mahasiswa Semester IX FH yang menanyakan, apakah hukum bisa dibeli. Secara diplomatis Sunaryo Wiryo mengatakan, hukum intinya mengayomi semua manusia, idealnya dia berdiri tegak ditengah strata kehidupan kita. Oleh sebab itu tegaknya hukum sangat tergantung dari manusia. Jika dikaitkan dengan sistem peradilan maka manusia itu adalah para hakim. “Jadi tergantung hakimnya mau dibeli apa tidak,” ujarnya. Oleh sebab itu kini di Indonesia dibentuk Komisi Yudisial (KY). Tugas KY menurutnya adalah mengawasi para hakim dalam melaksanakan tugasnya.“Sehingga hakim-hakim tidak boleh macam-macam lagi,” ujarnya.Dari puluhan pertanyaan yang diajukan peserta diskusi dijawab Suwarno Wirno dengan lancar dan jelas diantara kasus massa yang main hakim sendiri, kasus-kasus korupsi di Kukar, operasi preman yang dilakukan Polri, hingga kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Sjamsul Nursalim. Diakhir dsikusi Suwarno Wiryo minta khususnya mahasiswa hukum yaitu selain memperdalam ilmu hukum, mahasiswa hukum sebaiknya juga turut terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. "Sehingga, ketika lulus nanti para sarjana hukum tidak hanya berpikir tentang pasal-pasal saja, tetapi juga mempunyai bekal mengenai praktik-praktik yang terkait dengan manajemen administrasi, keuangan, dan kemampuan berdiplomasi”, demikian pintanya. (hmp10)

TINGGALKAN KOMENTAR


Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Telp: 0541-662088 ext.314   Fax: 0541-661690
Email: humaskukar@kukarkab.go.id
Website: https://humas.kukarkab.go.id

STATISTIK KUNJUNGAN
Hari Ini204 pengunjung
Minggu Ini1.594 pengunjung
Bulan Ini5.943 pengunjung
Total Pengunjung40.835 pengunjung
Total Klik1.107.787 Kali