img
img

BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PUBLIK

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Berita

Edi Pimpin Apel Korpri Kota Bangun

date_range 12 Februari 2019 | Oleh : Medsi03
Edi Pimpin Apel Korpri Kota Bangun

FOTO Plt Bupati Kukar Edi Damansyah pada Apel Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Kecamatan Kota Bangun.

TENGGARONG -Plt Bupati Kukar Edi Damansyah pada Apel Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri)  di Kecamatan Kota Bangun pada Senin(11/2) di Terminal DLAJJ Kota bangun. Dalam sambutanya Plt Bupati Kutai Kartanegara mengucapkan terimakasih kepada para ASN  yang sudah bertugas dikecamatan Kota Bangun karena sudah melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

Saat ini  Kinerja pemkab Kukar juga dalam kondisi baik, dan capain kinerja yang telah dicapai diapresiasi dengan baik oleh kementrian, pemerintah pusat dan beberapa lembaga negara. Disisi lain  ungkap  Edi, ada bererapa  kinerja yang belum di capai dengan baik hasilnya. “Kemarin saat di Banjarmasin saya menerima hasil evaluasi sitemLaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dalam kategori B, 3 tahun kita dalam kondisi ini belum bisa naik karena ada beberapa hal yang sudah terbagi di beberapa perangkat daerah “ ungkap Edi.

Saat ini tambah Edi, masih ada beberapa perencanaan yang belum terintergrasi dengan baik karena masih menggunakan pola pikir lama yaitu terbiasa kerja sendiri. Jajaran ASN  harus merubah pola pikir agar bisa berkembang dengan baik. Dengan perubahan pola pikir yang baik maka ia berharap penyusunan perencanaan awal tahun sudah dipikirkan apakah yang direncanakan sudah terintergrasi dengan beberapa perangkat daerah yang menjadi rumpun untuk mencapai kebutuhan masyarakat yang sudah ditetapkan kedalam RPJMD dan dalam rencana kerja pemerintah daerah serta dalam renja masing-masing perangkat daerah. “Target kedepan posisi B bisa berubah ke BB, saya mohon menjadi perhatian kita semua karena sistem dari tingkat kecamatan akan sangat menentukan karena tingkat kecamatan yang akan melakukan perencanaan dan disampaikan pada tingkat kabupaten menjadi rencana kerja pemerintah daerah” ungkapnya.

Edi juga mengatakan bahwa Laporan keuangan Kukar yang tadinya mendapat WTP menjadi WDP, Ada 3 hal yang mempengaruhi salah satunya adalah  tata kelola aset yang uraianya masih dikerjakan tim kabupaten. Data-data dari kecamatan sangat menentukan terutama keberadaan aset tanah yang selama ini hanya didata dalam catatan aset dan belum ada nilainya dan aspek legalitasnya. Edi meminta kepada para camat, upt kecamatan dan kepala desa untuk terus bersinergi mulai dari desa hingga kecamatan. “Aset harus di clearkan mencatatanya, penilaiannya, pemanfaatanya sampai  bagaimana aset dapat memberikan kontribusi kepada pendapatan asli daerah” ungkapnya

Berkaitan dengan bosnas yang merupakan sistem dari kementrian langsung ke sekolah tetapi sistem pelaporannya harus dikendalikan oleh kabupaten karena harus masuk kedalam laporan pertanggung jawaban kabupaten dan masih ada beberapa sekolah yang belum bisa mempertanggung jawabkan pelaksanaan bosnas. Pelaporanya masih terus di dibenahi tetapi kedepan ia berharap sudah ada sistem pelaporan yang menggunakan IT dan bagaimana fungsi kontrol dari satuan rumpun jabatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten, kecamatan dan sekolah hingga pengawas harus dilibatkan dalam pelaksanaan tersebut. Edi meminta untuk dilakukan pengawasan atau laporan per 3 bulan dari UPT  sehingga jika ada persoalan UPT bisa menangani sejak awal karena selama ini kita menanganinya pada akhir tahun saat sudah finalisasi anggran dan sudah di audit BPk ( yuliati-medsi03)*

Terkait

BERITA Lainnya