img
img

BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PUBLIK

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Berita

Plt Asisten III Buka Pelatihan Metode BCM Tilawati PAUD

date_range 11 Februari 2019 | Oleh : medsi09
Plt Asisten III Buka Pelatihan Metode BCM Tilawati PAUD

FOTO Pelatihan BCM Tilawati PAUD.

TENGGARONG -Plt Asisten III Sekretariat Kabupaten Kutai Kartanegara Heldiansyah, membuka silaturahmi akbar guru dan pecinta Al-Qur'an yang dirangkai dengan pelatihan Ice Breaker For Teacher and Tilawati PAUD, Sabtu (9/2) di Pendopo Odah Etam, Tenggarong.
 
Acara tersebut diikuti guru baca Alqur'an atau Tilawati se Kukar. Dalam sambutan Plt Bupati Kukar Edi Damansyah yang dibacakan Heldiansyah, menyampaikan bahwa pelatihan metode BCM (Bermain, Cerita, Menyanyi), Ice Breaking, dan Tilawati PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) sangat penting dilaksanakan untuk memberikan wawasan tambahan kepada para Ustaz/Ustazah sebagai guru pembelajar Alquran Metode Tilawati di Kukar.
 
Disampaikannya Pemkab sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat di bidang pendidikan keagamaan Islam, khususnya dalam pembelajaran Alqur'an. Upaya pemerintah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membaca dan memahami Alqur'an telah dimulai sejak tahun 2016 ketika diterapkannya Gerakan Etam Mengaji (Gema) sebagai implementasi Peraturan Bupati Nomor 24 Tahun 2016. "Bahkan, poin tambahan yang diperoleh oleh Pemerintah adalah semakin massifnya pembelajaran Alqur'an oleh lembaga-lembaga pendidikan formal di Kukar dari tingkatan SD hingga Perguruan Tinggi," ujarnya.
 
Kemudian, Pemerintah melalui LPTQ juga gencar membuka “Baitul Quran” atau rumah-rumah yang menjadi basis pembinaan belajar Alqur'an, sehingga mampu menopang kualitas calon-calon Qori’/Qoriah, Hafiz/Hafizah, Mufassir/Mufassirah Kukar. "Hasilnya, Kukar memperoleh predikat Juara Umum pada MTQ ke 39 dan ke 40 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang dilaksanakan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Berau," ujarnya.  
 
Selanjutnya Pemkab Kukar mengapresiasi kiprah Pesantren Alquran Nurul Falah, Surabaya, dengan Metode Tilawati-nya. Melalui kelembagaan TEC Kukar sebagai perpanjangan tangan Pesantren Alquran Nurul Falah, Surabaya, Metode Tilawati telah memberi dinamika yang baik dalam menopang pembelajaran Alquran di Kukar, dan bersama-sama Pemerintah Daerah memberantas buta aksara Alquran. "Namun, kita semua tidak boleh cepat berpuas hati. Tantangan terbesar kita bukan hanya persoalan memberantas buta aksara Alquran, melainkan lebih prinsip lagi, bagaimana nilai-nilai Alquran itu dapat dipedomani dalam kehidupan sehari-hari oleh kaum Muslimin," katanya.
 
Sehubungan dengan Metode BCM , Ice Breaking, dan Tilawati, maka  disampaikan Heldi bahwa hal itu merupakan inovasi yang baik dalam pembelajaran Alquran, khususnya pada tingkatan PAUD. Karena, mengajar anak-anak usia dini tidaklah mudah. Pengajar PAUD tidak dapat terlalu tegang, atau cenderung monoton dalam pembelajarannya. "Pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru PAUD harus mampu menggugah minat dan semangat anak-anak. Bahkan, cenderung menyenangkan bila disertai dengan cerita-cerita yang bermakna berupa teladan para nabi, sahabat-sahabat Rasululah, dan orang-orang saleh," katanya.
 
Untuk itu, Plt Bupati berpesan  agar Ustaz/Ustazah selaku guru pembelajar Alquran mengikuti kegiatan ini dengan serius agar mampu menambah wawasan paktis dalam pembelajaran Alquran. Sementara Direktur Eksekutif Tilawati Education Center (TEC) Kukar Imam Wahyudi mengatakan, memasuki bulan ke-2 tahun ini, TEC telah merancang dan merumuskan dalam rapat kerja nasional di Surabaya, maka pada program 2019 TEC mengadakan silaturahmi akbar yang dikemas dalam pelatihan metode BCM Ice Breaker for Teacher dan pendidikan tilawati anak usia dini. "Kegiatan ini untuk menjawab permintaan dan kebutuhan para guru formal maupun non formal yang ada di Kukar untuk menumbuhkan semangat sebagai guru yang lebih inovatif, kreatif dan menyenangkan, serta menjadi guru yang dirindukan santrinya," demikian ujarnya. (medsi09)

Terkait

BERITA Lainnya