img
img

Bagian Protokol & Komunikasi Publik

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita

Plt Bupati Kukar Terima Aset TTP dari Badan Litbang Pertanian RI

date_range 16 Desember 2018 | Oleh : Medsi03
Plt Bupati Kukar Terima Aset TTP dari Badan Litbang Pertanian RI

FOTO Plt Bupati Kukar Edi Damansyah saat memberikan arahan

TENGGARONG -Plt Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah menerima  aset berupa Taman Teknologi Pertanian (TTP) Bangun Rejo dari Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Timur Muhammad Amin, Jumat (14/12) di Desa Bangun Rejo Kecamatan Tenggarong Sebrang. TTP merupakan salah satu kawasan untuk mengimplementasikan inovasi teknologi pertanian dalam mengembangkan  komoditas unggulan pertanian, pemasaran serta wahana pembelajaran bagi masyarakat untuk bertukar ilmu dan pengembangan penemuan-penemuan baru untuk kepentingan masyarakat. 
 
Sebelum dilakukan penandatanaganan berita acara serah terima TTP, Edi Damansyah bersama Kepala BPTP Kalimantan Timur Muhammad Amin, perwakilan Kepala Badan Litbang Pertanian Kementrian Pertanian RI Rofiq, Plh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar Ngk Putu Swartika dan seluruh kepala OPD yang hadir berkesempatan memanen jagung nasa 29 yang merupakan produk unggulan di TTP. 
 
Dalam arahannya Edi Damansyah menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak khususnya kepada Kementerian Pertanian RI (BPTP Balitbangtan Kalimantan Timur) atas pemilihan Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai lokasi pembangunan fasilitas Taman Teknologi Pertanian (TTP) yang merupakan TTP satu-satunya di Provinsi Kalimantan Timur.  Secara khusus ia juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Manajemen PT. Kitadin yang telah menghibahkan lahan seluas + 3 hektar untuk pembangunan fasilitas TTP.
 
Edi berharap proses adminitrasi serah terima aset ini dapat segera diselesaikan oleh OPD terkait (BPKAD Kabupaten Kutai Kartanegara) sehingga tercatat resmi sebagai aset Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.  "Yang lebih penting lagi, Pengelolaan atau Pemanfaatan Fasilitas TTP ini harus dilakukan secara profesional, mandiri dan dapat mendorong percepatan pembangunan pertanian dalam arti luas di Kabupaten Kutai Kartanegara," katanya.
 
Edi juga mengatakan Pola pikir dan motivasi kerja generasi muda harus diubah. Dunia pertanian harus diubah menjadi dunia kerja yang menarik dan menjanjikan.  Bukan lagi sebagai dunia kerja yang selalu identik dengan hal-hal yang kotor atau berlumpur Namun dengan adanya mekanisasi dan moderinisasi pertanian serta penggunaan teknologi maka dunia pertanian akan lebih menarik.  
 
Ia sangat berharap bahwa dengan adanya Fasilitas TTP dapat menjadi tempat pengemblengan (peningkatan kapasitas) para pemuda tani, petani dan penyuluh pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara sehingga dapat menjadi Klinik Pemuda Mandiri (Balai Latihan Kerja/BLK Pertanian) sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2016-2018.  Selain itu TTP juga dapat menjadi Pusat Perbenihan Jagung Unggul untuk meneruskan apa yang selama ini telah dilakukan oleh BPTP Balitbangtan Kalimantan Timur dalam rangka mendukung salah satu Program Prioritas Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yaitu Program Revolusi Jagung. 
 
Lokasi ini juga sangat potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata khususnya wisata pertanian (agrowisata) dan wisata pendidikan (wisata edukasi), Hal ini sejalan dengan Arahan BAPPENAS bahwa Pembangunan TTP harus berfungsi sebagai Pusat penerapan teknologi di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan  pengolahan hasil (pasca panen) yang telah dikaji oleh lembaga penelitian, swasta, perguruan tinggi untuk diterapkan dalam skala ekonomi. Tempat pelatihan/Magang, pusat diseminasi teknologi, dan pusat advokasi bisnis bagi masyarakat serta wisata pertanian. Model percontohan pertanian terpadu yang mengintegrasikan pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu siklus hulu-hilir secara berkelanjutan berbasis sumberdaya lokal serta Wahana peningkatan ekonomi daerah berbasis sumberdaya lokal.
 
Edi meminta Manajemen Pengelolaan TTP ini untuk dikaji dengan secara komprehentif dengan melibatkan seluruh pihak (stakeholders) baik untuk unsur Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, Swasta, Lembaga/Asosiasi Petani-Nelayan (KTNA), Organisasi Kepemudaan (KNPI) dan tentunya tetap dalam pembinaan Kementerian Pertanian RI melalui BPTP Balitbangtan Kalimantan Timur Sehingga pemanfaatan fasilitas ini dapat dimaksimalkan dan dikelola secara profesional untuk pencapaian tujuan yang diharapkan. (Medsi03)*

Terkait

BERITA Lainnya