img
img

BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PUBLIK

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Berita

Asisten I Buka Focus Grup Discussion Terkait Pelaksanaan EIFAF

date_range 30 November 2018 | Oleh : Medsi 04/ Betty
Asisten I Buka Focus Grup Discussion Terkait Pelaksanaan EIFAF

FOTO

TENGGARONG – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Hukum Sekretariat  Kabupaten Kutai Kartanegara Chairil Anwar, membuka kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) Bena Benua Etam terkait pelaksnaan Erau /  Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival (EIFAF), Rabu (28/11) di ruang rapat Balitbangda Kukar.
 
Kegiatan yang digagas oleh Badan Penelitan dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kukar ini diikuti Anggota DPRD, Kadis Pariwisata, H.A.P.Haryo Kusumo Poeger dari Kesultanan Kutai Ing Martadipura, para Kepala OPD, Mahasiswa, tokoh agama, masyarakat, pelaku usaha, UKM, BUMN dan BUMD, pelaku seni serta sejumlah undangan lainnya.
 
Chairil mengatakan, Festival adat budaya Erau Kutai Kartanegara telah menjadi agenda nasional, dan menjadi salah satu event atau destinasi wisata yang memiliki daya tarik tersendiri. Hal ini dibuktikan dengan terpilihnya Festival Budaya Erau sebagai pemenang pertama kategori Festival Buda Terpopuler dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2016 di Kementerian Pariwisata RI. 
 
Erau yang telah berlangsung beberapa waktu lalu menjadi pagelaran budaya yang meriah, karena selain diikuti para peserta lokal dan nasional, juga melibatkan sejumlah peserta dari mancanegara, Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival (EIFAF) merupakan pesta kesenian rakyat antar bangsa yang menampilkan banyak atraksi seni dan budaya unik.
 
Dalam upaya pelestarian budaya, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara pada Tahun 1971 melaksanakan Erau bertepatan dengan hari jadi Tenggarong (berdiri sejak Tanggal 28 September 1782). Atas saran Kementerian Pariwisata, Pemkab Kukar menetapkan pelaksanaan Erau pada setiap Juli karena bersamaan dengan masa liburan. 
 
Sejak Tahun 2013, Pemkab Kukar bekerjasama dengan CIOFF (International Council of Organizations of Folklore Festival and Folk Arts) Indonesia menggabungkan upacara adat Erau dengan International Folk Art Festival yang kemudian menjadi EIFAF. Sebagai Festival  Budaya Terpopuler Anugerah Pesona Indonesia 2016, EIFAF tercatat sebagai salah satu dari ratusan festival seni rakyat Internasional di bawah CIOFF yang berkantor pusat di Paris, Perancis.
 
Chairil Anwar berharap melalui focus group discussion FGD mampu membahas berbagai permasalahan yang  berkaitan dengan belum terukurnya nilai multiplier effect terhadap peningkatan investasi, peningkatan ekonomi masyarakat, dan nilai tambah terhadap pelestarian dan promosi budaya di Kukar dalam pelaksanaan EIFAF.
 
"Maka fenomena tersebut menjadi bahan diskusi yang cukup menarik dan penting untuk membahas sejauh mana dampak yang ditimbulkan dari berbagai aspek, sebagai bahan masukan terhadap optimalisasi pelaksanaan EIFAF dimasa yang akan datang," ujarnya.
 
Untuk itu ia berharap peran serta seluruh stakeholder, dunia usaha maupun masyarakat mari bersama – sama menyatukan tekad demi mendukung pelestarian budaya dan peningkatan perekonomian masyarakat serta kemajuan Kukar kedepan.
 
Sementara itu, menurut Kepala Balitbangda Kukar Hardi Dwi Putra tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk menghimpun data dan informasi, saran dan masukan dari para pelaku seni budaya di Kukar sekaligus untuk mengetahui peran dan partisipasi mereka dalam kegiatan EIFAF yang bermuara pada pelestarian dan promosi budaya daerah. Serta untuk menghimpun data dan informasi, saran dan masukan dari OPD terkait dan stakeholder dalam rangka menghitung dampak positif pelaksanaan EIFAF terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, peningkatan jumlah investasi, menghimpun data dan informasi serta masukan para pedagang makanan, minuman, cendramata, pakaian.
Sekaligus membahas sumber – sumber dana/anggaran pelaksanaan  di Kukar sekaligus mendiskusikan berbagai informasi berkaitan peran serta dan tampilan seni budaya lokal pada acara EIFAF yang dipadukan dengan ragam budaya mancanegara dalam rangka mendukung pelestarian dan promosi budaya Kukar. 
 
"Sedangkan mengenai hasil Focus Group Discussion ini akan segera ditindak lanjuti dan dilansir ke Pemkab Kukar serta dinas instansi terkait serta pemangku kepentingan lainnya,"  kata Hardi Dwi Putra.

Terkait

BERITA Lainnya