img
img

BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PUBLIK

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Berita

Mikro Embung Multiguna Solusi Petani Sidomukti

date_range 25 Oktober 2018 | Oleh : humasdata
Mikro Embung Multiguna Solusi Petani Sidomukti

FOTO Bibit padi yang siap di tanam.

Setelah Desa Benua Puhun melaksanakan pelayanan satu atap yang diberi nama Sepuhun, kini muncul inovasi baru dalam bidang pertanian di Desa Sidomukti. Kecamatan Muara Kaman memang tidak bisa dipandang sebelah mata dalam geliat proses pembangunannya terutama sumberdaya manusianya. Desa Sidomukti adalah wilayah yang kebutuhan airnya bertumpu pada tadah hujan.

Sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani yang dibuktikan dengan 18 kelompok tani yang menggarap sawah seluas lebih dari 500 hektar. Dengan luasan tersebut tentu saja membuat kebutuhan air untuk sawah sangat tinggi. Suharno adalah seorang Ketua Kelompok Tani Penangkar Benih Sidomaju di Desa Sidomukti yang berinisiatif untuk membuat embung sederhana secara swadaya sejak tahun 2012. Dari embung yang dibuat, dia dapat mengatasi persoalan pengairan sawahnya sendiri hingga luasan 6 hektar. Keberhasilan ini ditandai dengan peningkatan hasil panen yang semula hanya 2 sampai 3 ton per hektar dalam satu periode tanam, sekarang bisa meningkat hingga mencapai 4 sampai 4,5 ton per hektarnya dalam periode yang sama. Periode tanampun bisa bertambah, dahulu hanya 2 kali panen dalam satu tahun, kini bisa 3 bahkan 4 kali panen dalam satu tahun.

Setelah langkah inovatif Suharno ini berhasil dalam mengatasi kekurangan air, temuannya diaplikasikan oleh kelompok-kelompok tani lain di desa yang sama. Sejak tahun 2016 hingga 2017 para kelompok tani di desa Sidomukti ini terus melakukan musyawarah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) agar semua petani mampu membuat embung-embung pribadi dimasing-masing wilayah kelompok taninya secara swadaya. Sekarang embung-embung berukuran mikro semakin bertambah. Saat ini teridentifikasi 15 unit embung dengan ukuran bervariatif, penggunaannya pun semakin berkembang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan air disawah dan kebun sayur, melainkan mulai berevolusi menjadi sarana untuk kebutuhan rumah tangga juga untuk MCK.

Pada tahun 2016 terjadi kemarau panjang, dan terbukti embung ini mengatasi kebutuhan air minum warga bahkan memanfaatkannya untuk memelihara ikan. Maka masyarakat menyebut inovasi tersebut dengan nama Mikro Embung Multiguna (MEM). Pada tahun 2017 akhir muncul aspirasi dari masyarakat agar pemerintah desa membuat MEM dengan ukuran yang lebih besar dengan bersumber pada Anggaran Dana Desa (ADD). Namun belum bisa terealisasi penuh karena di Desa Sidomukti juga terdapat program prioritas lain, sehingga baru bisa membangun 1 unit MEM dari usulan sebanyak 15 unit. Dalam kunjungannya bersama aparat kecamatan ke Desa Sidomukti, Camat Muara Kaman memberikan apresiasi atas swadaya masyarakat dalam mengatasi kekeringan sawah saat musim kemarau. Camat juga mendukung penuh pembuatan Mikro Embung Multiguna yang lebih besar ukurannya. Camat Muara Kaman menyampaikan program kecamatan bahwa desa Sidomukti diunggulkan sebagai sentra persawahan (lumbung padi) di Kecamatan Muara Kaman. Muara Kaman terus berbenah, menggali potensi yang ada di dalam dirinya sendiri. Mereka yang berkemauan, yang memiliki pengetahuan, pandangan ke depan, dan spirit bekerja semakin menunjukkan eksistensinya. Mereka mengubah nasibnya dengan pikiran, semangat, dan tangannya sendiri. Kini mereka menjadi lebih baik.(humas.data)

Terkait

BERITA Lainnya